SEKILAS INFO
: - Kamis, 25-04-2024
  • 3 tahun yang lalu / Selamat Memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shallahu’alaihi Wassalam
  • 3 tahun yang lalu / Website Dalam Proses Develop (80%)
Revolusi Industri 4.0 Mengubah Pendidikan Indonesia ke Era 4.0?

Teknologi dan informasi terus berkembang setiap hari. Perkembangan teknologi sangat pesat semenjak revolusi industri pertama. Dunia saat ini mulai mengalami revolusi industri 4.0, sebuah konsep yang pertama kali diperkenalkan di Negara Jerman. Adakah dampak yang dibawa revolusi industri bagi dunia pendidikan kedepannya?

Revolusi Industri 4.0

Revolusi industri 4.0 merupakan kelanjutan dari revolusi pada bidang industri sebelumnya. Revolusi industri 1.0 pertama kali terjadi pada abad 18 dimana penemuan mesin uap oleh james watt kemudian disusul mesin-mesin lainnya mulai menggantikan pekerjaan manusia. Revolusi 2.0 dimulai pada awal abad 20 dimana mesin-mesin bertenaga listrik mulai digunakan untuk kegiatan produksi secara masal dan hadirnya mobil dalam bidang transportasi. Revolusi industri 3.0 dimulai sejak 1960 ditandai dengan penggunaan teknologi komputer untuk otomatisasi manufaktur. Revolusi industri 4.0 dimulai sejak 2011 tepatnya saat diadakan Hannover Fair. Revolusi industri 4.0 adalah industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber[1]. Pada era ini industri mulai menyentuh dunia virtual, membentuk konektivitas antara manusia, mesin dan data, yang dikenal dengan nama Internet of Things (IoT).

Pendidikan 4.0 adalah suatu istilah yang digunakan oleh para ahli dalam mengintegrasikan cyber dalam pembelajaran (Davis,2015). Pendidikan 4.0 merupakan era Pendidikan yang dipengaruhi oleh revolusi industri 4.0. Pendidikan 4.0 diharapkan mampu merespons terhadap kebutuhan revolusi industri. Salah satu ciri dari Pendidikan 4.0 adalah digitalisasi dalam bidang Pendidikan yang merupakan penggunaan internet of thing (IoT).

Kurikulum pendidikan era 4.0 harus sudah mengacu pada pembelajaran dalam teknologi informasi,internet of things, big data dan komputerisasi serta entrepreneurship dan internship. Guna menghasilkan lulusan terampil dalam aspek literasi data,teknologi dan literasi manusia.

Selain itu pendidikan 4.0 harus dapat membentuk generasi yang kreatif, inovatif, serta kompetitif. Menurut Fisk (2017) seperti yang dikutip Aziz hussin dalam (lase,2019) ada sembilan kecenderungan atau tren terkait dengan pendidikan 4.0[2]. Pertama,Belajar pada waktu dan tempat yang berbeda yang dapat dilakukan dengan E-learning. Kedua, Pembelajaran individual. Siswa ditantang dengan tugas dan pertanyaan untuk melewati kompetensi tertentu. Siswa yang kesulitan dengan mata pelajaran akan mendapatkan kesempatan lebih banyak sampai mencapai tingkat kompetensi yang diperlukan.Ketiga, siswa diberi pilihan dalam menentukan bagaimana mereka belajar.Meskipun setiap mata pelajaran yang dihasilkan sama,cara menuju tujuan itu dapat bervariasi. Siswa dapat belajar dengan perangkat, program, dan teknik yang berbeda berdasarkan preferensi mereka sendiri.

Empat, pembelajaran berbasis proyek.Siswa harus beradaptasi dengan pembelajaran berbasis proyek agar mereka belajar bagaimana menerapkan keterampilan mereka dalam berbagai situasi. Lima,pengalaman lapangan.Kemajuan teknologi memberikan ruang siswa untuk memperoleh keterampilan yang melibatkan Pengetahuan siswa dan interaksi tatap muka. Siswa perlu banyak belajar langsung melalui pengalaman lapangan seperti magang,proyek dengan bimbingan dan proyek kolaborasi.

Enam,kemampuan interpretasi data.Siswa dituntut memiliki kecakapan untuk menerapkan pengetahuan teoritis ke angka, dan menggunakan keterampilan mereka untuk membuat kesimpulan berdasarkan logika dan trend data.Tujuh penilaian beragam. Untuk mengukur kemampuan siswa, menggunakan teknik seperti tanya jawab akan menjadi tidak relevan lagi atau tidak cukup. Penilaian harus berubah seperti penyajian faktual siswa dapat dinilai selama proses pembelajaran, dan penerapan pengetahuan dapat diuji saat siswa mengerjakan proyek lapangan.

Delapan, Keterlibatan siswa.Keterlibatan siswa dalam menentukan materi pembelajaran atau kurikulum sangat penting, pendapat siswa dipertimbangkan dalam mendesain dan memperbarui kurikulum.Sembilan, Mentoring.Pendampingan atau pemberian bimbingan kepada peserta didik menjadi sangat penting untuk membangun kemandirian belajar siswa. Guru dituntut menjadi fasilitator bagi siswa selama proses belajar mereka.

Pergeseran tren pendidikan ini diharapkan mampu membawa dan mengembangkan kompetensi,keterampilan, pengetahuan yang lebih lengkap dan mengeluarkan potensi kreatif peserta didik. Peserta didik diharapkan memiliki keterampilan-keterampilan abad 21 seperti (1) Kemampuan menyelesaikan masalah yang kompleks, (2) pemikiran kritis dan, (3) kreativitas, (4) manajemen orang (5) koordinasi dengan orang lain, (6) kecerdasan emosi, (7) penilaian dan pengambilan keputusan, (8) berorientasi pada layanan, (9) negosiasi, (10) fleksibilitas kognitif guna menjawab tantangan dan tuntutan dalam menghadapi revolusi industri 4.0 kedepannya.[3]

 

 

Pendidikan 4.0

TINGGALKAN KOMENTAR

Data Sekolah

SMAN 8 TAMBUN SELATAN

NPSN : 69982031

Jl. Sasak Bakar Utama RT / RW : 2 / 13, Desa Muktiwari
KEC. Cibitung
KAB. Bekasi
PROV. Jawa Barat
KODE POS 17520
TELEPON -
FAX -
EMAIL sman8.tamsel@gmail.com

Didukung Oleh

Logo Prov Jawa Barat

Cabang Dinas Pendidikan Wil. III
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat