<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Arsip - Website SMAN 8 Tamsel</title>
	<atom:link href="https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/</link>
	<description>Official Website SMAN 8 Tamsel</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Mar 2021 10:09:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2020/12/cropped-Icon-Situs-SMAN-8-TAMSEL-1-32x32.png</url>
	<title>Blog Arsip - Website SMAN 8 Tamsel</title>
	<link>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pencegahan Covid di SMAN 8 Tambun Selatan</title>
		<link>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/pencegahan-covid-di-sman-8-tambun-selatan/</link>
					<comments>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/pencegahan-covid-di-sman-8-tambun-selatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Annisa Dwi Astuti, S.Pd.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2021 10:09:20 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://sman8tambunselatan.sch.id/?post_type=blog&#038;p=936</guid>

					<description><![CDATA[<p>SMA Negeri 8 Tambun Selatan merupakan sekolah negeri yang selalu mengutamakan kedisiplinan serta berusaha memberi pelayanan yang terbaik. Di era pandemi saat ini, SMA Negeri 8 Tambun Selatan dengan sigap membentuk satgas covid dengan tujuan mengontrol kebersihan dan pelaksanaan protokol kesehatan standar covid-19 di area sekolah, sehingga seluruh warga sekolah tetap terjaga kesehatan dan terhindar dari penularan virus covid-19 di area sekolah. SATUAN GAGAS COVID-19 (SATGAS COVID) SMA Negeri 8 Tambun Selatan terdiri dari Guru, Tenaga Kependidikan, Petugas Keamanan, bekerja sama dengan pengurus OSIS dan PMR, serta dukungan penuh dari Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan menyiapkan beberapa program disiplin di SMA Negeri 8 Tambun Selatan, antara lain : Gerakan 1000 masker (Menyediakan masker gratis untuk segenap warga sekolah, warga masyarakat, dan tamu yang berkunjung ke sekolah) Melaksanakan Gerakan 3M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak) Penyemprotan cairan disinfektan secara berkala Pengecekan suhu tubuh &#38; mewajibkan mencuci tangan pada fasilitas yang telah disediakan sebelum memasuki area sekolah Survey kesehatan guru, siswa dan karyawan secara berkala Pembuatan video Simulasi Belajar di Era Covid-19 yang bisa dilihat pada link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=aJCULRDfIec Mau tau bagaimana proses penyemprotan cairan disinfektan secara berkala di SMA Negeri 8 Tambun Selatan? Yuk intip kegiatan berikut! Setiap sudut ruangan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/pencegahan-covid-di-sman-8-tambun-selatan/">Pencegahan Covid di SMAN 8 Tambun Selatan</a> appeared first on <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id">Website SMAN 8 Tamsel</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SMA Negeri 8 Tambun Selatan merupakan sekolah negeri yang selalu mengutamakan kedisiplinan serta berusaha memberi pelayanan yang terbaik.</p>
<p>Di era pandemi saat ini, SMA Negeri 8 Tambun Selatan dengan sigap membentuk satgas covid dengan tujuan mengontrol kebersihan dan pelaksanaan protokol kesehatan standar covid-19 di area sekolah, sehingga seluruh warga sekolah tetap terjaga kesehatan dan terhindar dari penularan virus covid-19 di area sekolah.</p>
<p>SATUAN GAGAS COVID-19 (SATGAS COVID) SMA Negeri 8 Tambun Selatan terdiri dari Guru, Tenaga Kependidikan, Petugas Keamanan, bekerja sama dengan pengurus OSIS dan PMR, serta dukungan penuh dari Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan menyiapkan beberapa program disiplin di SMA Negeri 8 Tambun Selatan, antara lain :</p>
<ul>
<li>Gerakan 1000 masker (Menyediakan masker gratis untuk segenap warga sekolah, warga masyarakat, dan tamu yang berkunjung ke sekolah)</li>
<li>Melaksanakan Gerakan 3M (Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak)</li>
<li>Penyemprotan cairan disinfektan secara berkala</li>
<li>Pengecekan suhu tubuh &amp; mewajibkan mencuci tangan pada fasilitas yang telah disediakan sebelum memasuki area sekolah</li>
<li>Survey kesehatan guru, siswa dan karyawan secara berkala</li>
<li>Pembuatan video Simulasi Belajar di Era Covid-19 yang bisa dilihat pada link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=aJCULRDfIec</li>
</ul>
<p>Mau tau bagaimana proses <strong>penyemprotan cairan disinfektan secara berkala</strong> di SMA Negeri 8 Tambun Selatan? Yuk intip kegiatan berikut!</p>
<p><a href="https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/03/Penyemprotan-Disinfektan-Secara-Berkala-di-SMAN-08-TAMSEL.jpeg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-938 size-medium" src="https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/03/Penyemprotan-Disinfektan-Secara-Berkala-di-SMAN-08-TAMSEL-300x171.jpeg" alt="Penyemprotan Disinfektan Secara Berkala di SMAN 08 TAMSEL" width="300" height="171" srcset="https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/03/Penyemprotan-Disinfektan-Secara-Berkala-di-SMAN-08-TAMSEL.jpeg 300w, https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/03/Penyemprotan-Disinfektan-Secara-Berkala-di-SMAN-08-TAMSEL.jpeg 1024w, https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/03/Penyemprotan-Disinfektan-Secara-Berkala-di-SMAN-08-TAMSEL.jpeg 768w, https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/03/Penyemprotan-Disinfektan-Secara-Berkala-di-SMAN-08-TAMSEL.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a></p>
<p>Setiap sudut ruangan di SMA Negeri 8 Tambun Selatan yang dikunjungi warga sekolah secara berkala melalui tahap sterilisasi oleh tim gugus covid di SMA Negeri 8 Tambun Selatan.</p>
<p>Selain penyemprotan cairan disinfektan, kegiatan lainnya yang dilakukan yaitu dengan <strong>pengecekan suhu tubuh dan mewajibkan mencuci tangan</strong> untuk seluruh warga sekolah sebelum memasuki area sekolah. Berikut kegiatan satgas covid bersama beberapa siswa dan guru SMA Negeri 8 Tambun Selatan :</p>
<p><a href="https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/03/Cek-Suhu-Badan-dan-Cuci-Tangan-Sebelum-Masuk-Area-Sekolah-SMAN-08-TAMSEL.jpeg"><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-937 size-medium" src="https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/03/Cek-Suhu-Badan-dan-Cuci-Tangan-Sebelum-Masuk-Area-Sekolah-SMAN-08-TAMSEL-300x160.jpeg" alt="Cek Suhu Badan dan Cuci Tangan Sebelum Masuk Area Sekolah SMAN 08 TAMSEL" width="300" height="160" srcset="https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/03/Cek-Suhu-Badan-dan-Cuci-Tangan-Sebelum-Masuk-Area-Sekolah-SMAN-08-TAMSEL.jpeg 300w, https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/03/Cek-Suhu-Badan-dan-Cuci-Tangan-Sebelum-Masuk-Area-Sekolah-SMAN-08-TAMSEL.jpeg 1024w, https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/03/Cek-Suhu-Badan-dan-Cuci-Tangan-Sebelum-Masuk-Area-Sekolah-SMAN-08-TAMSEL.jpeg 768w, https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/03/Cek-Suhu-Badan-dan-Cuci-Tangan-Sebelum-Masuk-Area-Sekolah-SMAN-08-TAMSEL.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a></p>
<p>Eits, jangan lupa! Kegiatan ini butuh dukungan penuh dari seluruh warga sekolah. Jadi, untuk kamu yang hendak berkunjung ke sekolah, pastikan dalam keadaan sehat dan mematuhi 3M ya!</p>
<p>Yuk sama – sama kita menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan di SMA Negeri 8 Tambun Selatan!</p>
<p>#SMAN8TS_Perangi_Covid19</p>
<p>#OCTAGEN_LAWAN_CORONA</p>
<p>#SATGAS_COVID19_SMAN8TS</p>
<p>Oleh Annisa Dwi Hastuti, S.Pd. (Staf Humas SMAN 8 Tambun Selatan)</p>
<p>The post <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/pencegahan-covid-di-sman-8-tambun-selatan/">Pencegahan Covid di SMAN 8 Tambun Selatan</a> appeared first on <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id">Website SMAN 8 Tamsel</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/pencegahan-covid-di-sman-8-tambun-selatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SEPUTIH MELATIKAH CINTAMU?</title>
		<link>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/seputih-melatikah-cintamu/</link>
					<comments>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/seputih-melatikah-cintamu/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arta Bachtiar, S.Pd., M.M.Pd.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2021 15:03:37 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://sman8tambunselatan.sch.id/?post_type=blog&#038;p=920</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ribuan warna pun tunduk; Setelah hatimu putih sebersih melati &#160; Lalu ketika gerai rambut gadis tepian musi diikat rangkaian bunga seharum makam ibu, Doa-doa mengalun sesejuk azan subuh yang terucap lewat ribuan pelantang suara di masjid itu * inilah melati; Kuberikan dalam nada-nada rindu yang kurangkai dalam sajak putih sesejuk bahasa kias &#160; Tatkala wajahmu tenggorok dalam seraut melati; Kau katakan cinta itu pada penghabisan mimpi malam lalu Kepadamukah Ucapan seputih melati ini kurangkai pada daun telingamu sepeka cinta kita? Lalu kuletakan kelopak rindu ini di dalam rangkaian melati yang menaburi kerinduan kita Maka pada ayat-ayat yang berhikayat tentang kebersihan hatimu, Aku diam dalam kebeningan bungamu,yang mekar di ataa debaran putik-putik cinta kita &#160; Seberapa putih Cintamu menebarkan harum di dadaku; yang kau siram setelah kau dan aku terkulai di ujung ranting bunga putih dalam debaran hatiku Februari  2021 Karya: Arta Bachtiar, S.Pd., M.M.Pd.</p>
<p>The post <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/seputih-melatikah-cintamu/">SEPUTIH MELATIKAH CINTAMU?</a> appeared first on <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id">Website SMAN 8 Tamsel</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ribuan warna pun tunduk;</p>
<p>Setelah hatimu putih sebersih melati</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lalu ketika gerai rambut gadis tepian musi diikat rangkaian bunga seharum makam ibu,</p>
<p>Doa-doa mengalun sesejuk azan subuh yang terucap lewat ribuan pelantang suara di masjid itu</p>
<p>* inilah melati;</p>
<p>Kuberikan dalam nada-nada rindu yang kurangkai dalam sajak putih sesejuk bahasa kias</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tatkala wajahmu tenggorok dalam seraut melati;</p>
<p>Kau katakan cinta itu pada penghabisan mimpi malam lalu</p>
<p>Kepadamukah</p>
<p>Ucapan seputih melati ini kurangkai pada daun telingamu sepeka cinta kita?</p>
<p>Lalu kuletakan kelopak rindu ini di dalam rangkaian melati yang menaburi kerinduan kita</p>
<p>Maka pada ayat-ayat yang berhikayat tentang kebersihan hatimu,</p>
<p>Aku diam dalam kebeningan bungamu,yang mekar di ataa debaran putik-putik cinta kita</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seberapa putih</p>
<p>Cintamu menebarkan harum di dadaku; yang kau siram setelah kau dan aku terkulai di ujung ranting bunga putih dalam debaran hatiku</p>
<p>Februari  2021</p>
<p>Karya: Arta Bachtiar, S.Pd., M.M.Pd.</p>
<p>The post <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/seputih-melatikah-cintamu/">SEPUTIH MELATIKAH CINTAMU?</a> appeared first on <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id">Website SMAN 8 Tamsel</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/seputih-melatikah-cintamu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Who AM I&#8230;.?</title>
		<link>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/who-am-i/</link>
					<comments>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/who-am-i/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Siti Robiyah, S.Pd., M.Pd]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2021 14:30:11 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://sman8tambunselatan.sch.id/?post_type=blog&#038;p=918</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah anda nonton film “Who am I “ yang dibintangi Jackie Chan dengan skenarionya galau mencari jati dirinya ? Tapi disini saya tidak akan bahas film tersebut ya hehe.. Sejak lahir, kemudian sekolah TK,SD,SMP,SMA,S1,S2 bahkan S3 kita selalu berupaya bereksplorasi ke “luar diri kita” mencoba memahami banyak hal tentang dunia, tentang segala peristiwa yang terjadi, sampai pada berita yang menarik untuk kita ingin ketahui. Kemudian ketika kita ditanya tentang diri sendiri, kita sudah lupa bahkan bingung menjawab siapa diri kita. Sekarang saya ingin mengajak anda agar kita mengawali belajar ikhlas mengenali diri sendiri, yang pasti mengacu pada salah satu hadist Qudsi yang sangat terkenal berbunyi barang siapa mengenal dirinya akan mengenal Tuhan-nya (man ‘arafa nafsahu faqad arafa Rabbahu). Ketika kita disodorkan pertanyaan sejenis “Tuliskan diri anda dalam 10 kalimat,” apakah anda butuh waktu banyak untuk berpikir apa yang perlu dituliskan? Jika iya, maka bisa dibilang kita masih belum mengenal baik diri sendiri, baik apa yang kita suka ataupun kita tidak suka maupun kualitas kelebihan serta kekurangan . Manusia mempunyai karakter yang berbeda- beda dan unik. Karakter atau juga disebut sebagai kepribadian bisa dipelajari dan memiliki kesamaan antara orang satu dengan yang lainnya. Sudahkah Anda tahu tipe karakter atau kepribadian Anda? [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/who-am-i/">Who AM I&#8230;.?</a> appeared first on <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id">Website SMAN 8 Tamsel</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Pernahkah anda nonton film “Who am I “ yang dibintangi Jackie Chan dengan skenarionya galau mencari jati dirinya ? Tapi disini saya tidak akan bahas film tersebut ya hehe..</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak lahir, kemudian sekolah TK,SD,SMP,SMA,S1,S2 bahkan S3 kita selalu berupaya bereksplorasi ke “luar diri kita” mencoba memahami banyak hal tentang dunia, tentang segala peristiwa yang terjadi, sampai pada berita yang menarik untuk kita ingin ketahui. Kemudian ketika kita ditanya tentang diri sendiri, kita sudah lupa bahkan bingung menjawab siapa diri kita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekarang saya ingin mengajak anda agar kita mengawali belajar ikhlas mengenali diri sendiri, yang pasti mengacu pada salah satu hadist Qudsi yang sangat terkenal berbunyi barang siapa mengenal dirinya akan mengenal Tuhan-nya (man ‘arafa nafsahu faqad arafa Rabbahu).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika kita disodorkan pertanyaan sejenis “Tuliskan diri anda dalam 10 kalimat,” apakah anda butuh waktu banyak untuk berpikir apa yang perlu dituliskan? Jika iya, maka bisa dibilang kita masih belum mengenal baik diri sendiri, baik apa yang kita suka ataupun kita tidak suka maupun kualitas kelebihan serta kekurangan .</p>



<p class="wp-block-paragraph">Manusia mempunyai karakter yang berbeda- beda dan unik. Karakter atau juga disebut sebagai kepribadian bisa dipelajari dan memiliki kesamaan antara orang satu dengan yang lainnya.</p>
<p>Sudahkah Anda tahu tipe karakter atau kepribadian Anda? Coba simak penjelasan berikut dan tentukan diri Anda lebih cocok dengan tipe karakter yang mana. Apakah karakter diri Anda sudah cukup baik, ataukah ada sikap yang perlu dirubah dan diperbaiki?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fungsi dari mengetahui tipe kepribadian atau karakter diri adalah untuk mengoptimalkan perubahan diri ke arah yang lebih baik dan positif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengetahui tipe tipe kepribadian seseorang juga membantu dalam memahami lawan bicara pada interaksi sosial dengan orang- orang sekitar. Mengetahui karakter seseorang memungkinkan Anda untuk bisa mengkondisikan sikap atau perilaku tertentu yang sesuai dengan lawan bicara. Karakter manusia dibedakan menjadi empat, yaitu sanguinis, melankolis, plegmatis, dan koleris.</p>



<h2 class="wp-block-heading">SMPK</h2>



<p class="wp-block-paragraph">SMPK merupakan konsep kepribadian yang cukup umum dan mudah dipahami karena penggolongan dari tipe kepribadian ini hanya mengarah pada 4 tipe, yaitu Sanguinis, Melankolis, Plegmatis dan Koleris.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep ini, dilansir dari <em>Psychologia</em>, didasarkan dari komposisi cairan dalam tubuh manusia, dimana tiap tipe kepribadian memiliki jenis cairan yang mendominasi.</p>



<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="500" height="379" class="wp-image-902 aligncenter" src="https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/02/Quadran-SMPK.jpg" alt="Quadran SMPK" srcset="https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/02/Quadran-SMPK.jpg 500w, https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/02/Quadran-SMPK.jpg 300w, https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/02/Quadran-SMPK.jpg 160w, https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/02/Quadran-SMPK.jpg 80w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></figure>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Perlu ditekankan disini bahwa seseorang tidak selalu sepenuhnya tergolong dalam 1 tipe saja, namun dapat berupa kombinasi antara 2 tipe.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berikut adalah pemaparan singkat dari tipe-tipe kepribadian dalam konsep SMPK:</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Sanguinis</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Darah sebagai cairan tubuh dan tubuh astral adalah yang menyimbolkan tipe sanguinis. Tubuh astral direfleksikan pada sistem saraf agar sistem tersebut memegang kendali. Sistem saraf mampu menyerap ide-ide, visualisasi atau gambar dan sensasi. Aktivitas sistem saraf ini tertahan oleh sirkulasi darah.</p>
<p>Jika tidak ditahan oleh sirkulasi darah, maka mental image akan menjadi liar, yang membawa pada halusinasi dan ilusi. Inilah yang menjadi batasan untuk para sanguinis.</p>
<p>Orang-orang dengan karakter sanguinis ini biasanya selalu optimis, riang, antusias dan memiliki semangat hidup yang tinggi. Selalu menarik perhatian atau butuh orang-orang memperhatikannya. Mereka juga gemar mengambil risiko, maka jangan heran jika karakter sanguinis ini menjadi orang-orang yang suka sekali melakukan petualangan karena tipe ini juga suka sekali mencari kesenangan.</p>
<p>Saking sukanya dengan tantangan dan hal-hal baru, mereka jadi mudah bosan. Sanguinis adalah tipe yang tidak mampu menopang ketertarikannya cukup lama. Ia selalu menginginkan pengalaman-pengalaman baru, sehingga mudah terkesan, mudah juga hilang minat.</p>
<p>Ini yang membuat mereka mudah berubah-ubah pikirannya. Orang-orang dengan tipe ini cocok jika bekerja sebagai entertainer, karena pekerjaan ini akan membuat mereka menjadi sorotan penonton, dan mengharuskan mereka untuk selalu tampil antusias tidak peduli apa yang terjadi. Mereka dapat menyerap ide-ide, sehingga pekerjaan dengan kreativitas cocok untuk mereka, contohnya pekerjaan di bidang fashion, kuliner, travelling, dan marketing.</p>
<p>Di bidang marketing, orang-orang dengan tipe sanguinis akan  menghasilkan strategi-strategi baru untuk menjual produk dan kemajuan perusahaan.</p>
<p>Bahkan mereka orang yang percaya diri untuk mengambil risiko. Sanguinis adalah pribadi yang <em>easy-going </em>dan ceria. Tipe ini merupakan orang-orang yang umumnya bersahabat dan senang bercerita dan suka menghadapi tantangan.</p>
<p>Meski demikian, orang yang bertipe kepribadian sanguinis terkadang sulit untuk tetap mengikuti rutinitas alias mudah bosan. Secara garis besar, apabila ada seseorang yang sangat mudah bergaul, biasanya mereka adalah tipe orang sanguinis.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. Melankolis</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Empedu hitam dan tubuh fisik mendominasi tipe melankolis. Melankolis merasa bahwa ia bukanlah tuan dari tubuhnya dan terikat dengan rasa sakit. Tubuhnya dikendalikan oleh ketiga bagian lain, sehingga ia kehilangan keinginannya untuk bertindak sendiri.</p>
<p>Perumpaannya, tubuh fisik hanya menjadi ‘penggerak saja’, sementara yang menggerakkan adalah ketiga bagian lainnya. Padahal seharusnya tubuh fisik menjadi instrumen tertinggi, sebab tanpa fisik, ketiga bagian yang lain itu tidak akan ada.</p>
<p>Tipe melankolis sering berkorban untuk orang lain, cenderung sensitif, penyayang, senang berada di balik layar, namun juga seorang yang pemikir. Ia diibaratkan harus menjadi penggerak, dan memberi kesempatan pada bagian tubuh lainnya, sehingga ia akan sensitif dan memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah. Ia seorang yang cukup kreatif karena dapat berpikir dari berbagai sudut pandang.</p>
<p>Memikirkan bagian tubuh lain, membuatnya melihat dari berbagai sudut pandang. Karena ingin semua bagian puas, tipe ini cenderung perfeksionis dan rendah diri. Sulit melupakan rasa sakit yang terjadi di masa lalu. Bahkan ia mudah larut dalam pikiran-pikiran negatifnya.</p>
<p>Merasa tak memiliki kendali, kadang membuatnya terombang-ambing. Pekerjaan yang cocok untuk melankolis adalah bidang administrasi, manajemen, akuntansi, dan pekerja sosial.</p>
<p>Berpikir dari berbagai sudut pandang mampu membuat seorang melankolis memperhitungkan keakuratan dengan baik. Kepribadian melankolis terbilang cukup tertutup, sehingga sulit untuk diketahui oleh orang lain.</p>
<p>Orang-orang melankolis cenderung merupakan orang yang pendiam namun selalu mengamati lingkungan sekitar. Tipe orang pemikir serta disiplin biasanya menjadi<em> </em>umum dari orang melankolis. Namun sesuai namanya, orang yang melankolis punya kecenderungan memiliki perasaan yang sensitif serta empati yang tinggi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. Plegmatis</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Lendir dan tubuh eterik menjadi simbol cairan dari karakter ini. Orang tipe plegmatis lebih fokus pada apa yang terjadi dalam dirinya, sehingga ia membiarkan apa yang ada di luar terjadi sebagaimana mestinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak heran orang-orang dengan tipe ini menyukai kedamaian.Yang mereka cari dari sebuah hubungan adalah keharmonisan dan keakraban. Mereka selalu berusaha untuk menghindari konflik yang ada, itu membuat mereka menjadi pasangan yang penuh cinta dan setia.</p>
<p>Terlibat dalam kegiatan charity adalah kegiatan yang menyenangkan untuk mereka. Penuh cinta dan selalu menolong sesama.</p>
<p>Namun terkadang ia merasa tidak terhubung dengan sekitarnya, karena fokus aktivitasnya ada pada tubuh eteriknya. Sehingga, pada kehidupan sosial, ia cenderung menjadi pendiam. Karena ia membiarkan hal yang di luar tubuh eteriknya berjalan sebagaimana mestinya, ini membuatnya menjadi kurang berorientasi pada tujuan.</p>
<p>Namun, orang-orang dengan tipe plegmatis cocok dengan pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal sosial, seperti pengajar, perawat, dan jasa sosial lainnya, karena karakter cinta damai yang ia miliki. Ini juga karena mereka mencari koneksi yang ‘intim’ dari sebuah hubungan, seperti ia terkoneksi secara ‘intim’ dengan dirinya sendiri.</p>
<p>Cinta damai serta pembawaan yang tenang merupakan ciri khas orang-orang plegmatis. Mereka sangat tidak menyukai konflik, dan akan lebih suka mengalah apabila itu yang dibutuhkan agar perseteruan tidak sampai muncul. Mereka sangat menghargai hubungan antar manusia dan selalu mencoba membina hubungan-hubungan tersebut dengan baik.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. Koleris</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Empedu kuning dan ego mendominasi pada tipe koleris. Karena ego yang memegang kendali, koleris sangat agresif dan harus selalu mendapatkan apa yang ia inginkan dengan caranya. Orang dengan tipe koleri sangat berorientasi pada target, analitis, dan logis.</p>
<p>Tipe-tipe seorang pemimpin. Karakter koleris ini juga tidak menyukai basa-basi, ia lebih suka menghabiskan waktu dengan hal bermanfaat. Jadi ia akan lebih menyukai percakapan yang jelas tujuan dan intinya. Oleh karena itu, mereka lebih suka berkumpul dengan orang-orang yang memiliki profesi dan kegemaran yang sama.</p>
<p>Biasanya pekerjaan yang cocok untuk tipe koleris adalah di bidang manajemen, teknologi, statistik, teknik, dan programming. Karena mereka dapat bertahan jika harus bekerja sendirian, dan mereka sangat berorientasi pada target.</p>
<p>Koleris punya karisma tersendiri dari pembawaan karakter yang bersemangat. Ambisius dan <em>target-oriented</em>, tipe kepribadian koleris umumnya tidak menyukai basa-basi dan akan selalu berbicara sesuai kebutuhan serta data dan fakta yang ada.</p>
<p>Apabila mengobrol, mereka suka mendiskusikan hal-hal yang bermakna serta hal yang mereka sukai. Ironisnya, kebanyakan orang koleris adalah orang yang mudah emosi atau <em>short-tempered</em>.</p>



<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-907 aligncenter" src="https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/02/Tipe-Kepribadian-Manusia.jpg" alt="Tipe Kepribadian Manusia" width="406" height="563" srcset="https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/02/Tipe-Kepribadian-Manusia.jpg 541w, https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/02/Tipe-Kepribadian-Manusia.jpg 216w" sizes="(max-width: 406px) 100vw, 406px" /></figure>
</div>



<h3 class="wp-block-heading">4 Kuadran Kepribadian</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Sekarang kita lihat kekuatan dan kelemahan masing-masing kepribadian tersebut</p>



<h4 class="wp-block-heading">1. SANGUINIS: (POPULER)</h4>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>KEKUATAN</strong>:</p>
<ul>
<li>Suka bicara</li>
<li>Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif</li>
<li>Antusias dan ekspresif</li>
<li>Ceria dan penuh rasa ingin tahu</li>
<li>Hidup di masa sekarang</li>
<li>Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan)</li>
<li>Berhati tulus dan kekanak-kanakan</li>
<li>Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara)</li>
<li>Umumnya hebat di permukaan</li>
<li>Mudah berteman dan menyukai orang lain</li>
<li>Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian</li>
<li>Menyenangkan dan dicemburui orang lain</li>
<li>Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam)</li>
<li>Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan</li>
<li>Menyukai hal-hal yang spontan </li>
</ul>
<p><strong>KELEMAHAN</strong>:</p>
<ul>
<li>Suara dan tertawa yang keras (terlalu keras)</li>
<li>Membesar-besarkan suatu hal / kejadian</li>
<li>Susah untuk diam</li>
<li>Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka nge-Gank)</li>
<li>Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele</li>
<li>RKP! (Rentang Konsentrasi Pendek)</li>
<li>Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias)</li>
<li>Mudah berubah-ubah</li>
<li>Susah datang tepat waktu jam kantor</li>
<li>Prioritas kegiatan kacau</li>
<li>Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas</li>
<li>Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya</li>
<li>Egoistis</li>
<li>Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama</li>
<li>Konsentrasi ke &#8220;<em>How to spend mone</em>y&#8221; daripada &#8220;<em>How to earn/save money</em>&#8220;.</li>
</ul>



<h4 class="wp-block-heading">2. MELANKOLIS: (SEMPURNA/IDEAL)</h4>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>KEKUATAN:</strong></p>
<ul>
<li>Analitis, mendalam, dan penuh pikiran</li>
<li>Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal</li>
<li>Artistik, musikal dan kreatif (filsafat &amp; puitis)</li>
<li>Sensitif * Mau mengorbankan diri dan idealis</li>
<li>Standar tinggi dan perfeksionis</li>
<li>Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi)</li>
<li>Hemat</li>
<li>Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif)</li>
<li>Kalau sudah mulai, dituntaskan.</li>
<li>Berteman dengan hati-hati.</li>
<li>Puas di belakang layar, menghindari perhatian.</li>
<li>Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi</li>
<li>Sangat memperhatikan orang lain</li>
</ul>
<p><strong>KELEMAHAN</strong>:</p>
<ul>
<li>Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan)</li>
<li>Mengingat yang negatif &amp; pendendam</li>
<li>Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah</li>
<li>Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan</li>
<li>Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah</li>
<li>Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan (if..if..if..)</li>
<li>Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan</li>
<li>Hidup berdasarkan definisi</li>
<li>Sulit bersosialisasi</li>
<li>Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya</li>
<li>Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang)</li>
<li>Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian)</li>
<li>Memerlukan persetujuan</li>
</ul>



<h4 class="wp-block-heading">3. PLEGMATIS: (CINTA DAMAI)</h4>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>KEKUATAN</strong>:</p>
<ul>
<li>Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh</li>
<li>Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik</li>
<li>Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana</li>
<li>Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi)</li>
<li>Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi</li>
<li>Penengah masalah yg baik * Cenderung berusaha menemukan cara termudah</li>
<li>Baik di bawah tekanan</li>
<li>Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan</li>
<li>Rasa humor yg tajam</li>
<li>Senang melihat dan mengawasi</li>
<li>Berbelaskasihan dan peduli</li>
<li>Mudah diajak rukun dan damai</li>
</ul>
<p><strong>KELEMAHAN</strong>:</p>
<ul>
<li>Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru</li>
<li>Takut dan khawatir</li>
<li>Menghindari konflik dan tanggung jawab</li>
<li>Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar)</li>
<li>Terlalu pemalu dan pendiam</li>
<li>Humor kering dan mengejek (Sarkatis)</li>
<li>Kurang berorientasi pada tujuan</li>
<li>Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri</li>
<li>Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat</li>
<li>Tidak senang didesak-desak</li>
<li>Menunda-nunda / menggantungkan masalah.</li>
</ul>



<h4 class="wp-block-heading">4. KOLERIS (KUAT)</h4>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>KEKUATAN</strong>:</p>
<ul>
<li>Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif</li>
<li>Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan</li>
<li>Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target</li>
<li>Bebas dan mandiri</li>
<li>Berani menghadapi tantangan dan masalah</li>
<li>&#8220;Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini&#8221;.</li>
<li>Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat</li>
<li>Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas</li>
<li>Membuat dan menentukan tujuan</li>
<li>Terdorong oleh tantangan dan tantangan</li>
<li>Tidak begitu perlu teman</li>
<li>Mau memimpin dan mengorganisasi</li>
<li>Biasanya benar dan punya visi ke depan</li>
<li>Unggul dalam keadaan darurat</li>
</ul>
<p><strong>KELEMAHAN</strong>:</p>
<ul>
<li>Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis)</li>
<li>Senang memerintah</li>
<li>Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai</li>
<li>Menyukai kontroversi dan pertengkaran</li>
<li>Terlalu kaku dan kuat/ keras</li>
<li>Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik</li>
<li>Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci</li>
<li>Sering membuat keputusan tergesa-gesa</li>
<li>Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain</li>
<li>Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan</li>
<li>Workaholics (kerja adalah &#8220;tuhan&#8221;-nya)</li>
<li>Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf</li>
<li>Mungkin selalu benar tetapi tidak populer</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sini Anda akan mengetahui apakah Anda : &gt; Seorang Sanguinis yang spontan, lincah, dan periang &gt; Seorang Melankolis yang penuh pikiran, setia, tekun &gt; Seorang Koleris yang suka petualangan, persuasif, percaya diri &gt; Seorang Phlegmatis yang ramah, sabar, puas</p>



<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="581" height="442" class="wp-image-911 aligncenter" src="https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/02/Kepribadian-Lebih.jpg" alt="Kepribadian Lebih" srcset="https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/02/Kepribadian-Lebih.jpg 581w, https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/02/Kepribadian-Lebih.jpg 300w, https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/02/Kepribadian-Lebih.jpg 80w" sizes="(max-width: 581px) 100vw, 581px" /></figure>
</div>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">Selalu tekan tombol positifnya, karena itu kelebihan masing-masing, dan perbaiki atau upgrade tombol negative pada quadran anda supaya bisa diminimalkan/ tidak muncul.</blockquote>



<div class="schema-faq wp-block-yoast-faq-block">
<div id="faq-question-1614260225096" class="schema-faq-section"><strong class="schema-faq-question"><strong>Seberapa Akuratnya Quadran karakter tersebut?</strong></strong>
<p class="schema-faq-answer">Ada berbagai jenis tes psikologi untuk mengetahui karakter Anda dan mengukur seberapa dekatnya pendekatan suatu teori terhadap karakter Anda.</p>
<p class="schema-faq-answer">Seperti yang sudah dijelaskan di awal, Anda tidak bisa menelannya mentah-mentah begitu saja dalam menilai seseorang. Tetapi parameter pada empat temperamen ini dapat membuat Anda mengatasi kekurangan yang Anda miliki, sehingga membentuk kepribadian yang lebih baik lagi.</p>
</div>
</div>



<p class="wp-block-paragraph">Tes kepribadian gratis bisa anda coba dengan klik <a href="https://mgram.me/id/user/profiling/edit?d=12" target="_blank" rel="noreferrer noopener">disini</a>.</p>



<blockquote class="wp-block-quote has-text-align-center is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">Selamat mencoba mengenali diri  sendiri.</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Dikutip dari berbagai sumber:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://tirto.id/tipe-kepribadian-manusia-sanguinis-plegmatis-koleris-melankoli">https://tirto.id/tipe-kepribadian-manusia-sanguinis-plegmatis-koleris-melankoli</a></li>
<li><a href="https://www.merdeka.com/sumut/4-tipe-kepribadian-manusia-menurut-psikologi-mulai-dari-m">https://www.merdeka.com/sumut/4-tipe-kepribadian-manusia-menurut-psikologi-mulai-dari-m</a></li>
<li><a href="https://www.liputan6.com/citizen6/read/4221998/4-tipe-kepribadian-menurut-ilmu-psikolo">https://www.liputan6.com/citizen6/read/4221998/4-tipe-kepribadian-menurut-ilmu-psikolo</a></li>
<li><a href="https://kumparan.com/karjaid/mengenal-4-tipe-kepribadian-manusia-1seWlZth2MS">https://kumparan.com/karjaid/mengenal-4-tipe-kepribadian-manusia-1seWlZth2MS</a></li>
<li><a href="https://tirto.id/tipe-kepribadian-manusia-sanguinis-plegmatis-koleris-melankolis-ehcS">https://tirto.id/tipe-kepribadian-manusia-sanguinis-plegmatis-koleris-melankolis-ehcS</a></li>
<li><a href="https://dosenpsikologi.com/karakter-phlegmatis" target="_blank" rel="noopener">https://dosenpsikologi.com/karakter-phlegmatis</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/who-am-i/">Who AM I&#8230;.?</a> appeared first on <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id">Website SMAN 8 Tamsel</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/who-am-i/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>HARAPAN MEKAR</title>
		<link>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/harapan-mekar/</link>
					<comments>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/harapan-mekar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arta Bachtiar, S.Pd., M.M.Pd.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2021 08:16:40 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://sman8tambunselatan.sch.id/?post_type=blog&#038;p=891</guid>

					<description><![CDATA[<p>(H)ari itu telah meneba(R) (A)sa dari sebuah cit(A) (R)ona langit biru cerah menyerua(K) (A)da renum setaman id(E) (P)erindu terus  meremah ilha(M) (A)ku dan kamu bersahuta(N) (N)arasikan kembali bait cint(A) &#160; (M)emulai benih hara(P) (E)ngkau mendekap pul(A) (K)etika titik pasrah berkubang nana(R) (A)da Tuhan mendengar dupa puja puji do(A) (R)uas malam berarakan sesujud hamba menggelar sajada(H) &#160; AKROSTIK HIDROYAN Bekasi, 04022021 17.25 &#160; Oleh: Arta Bachtiar, S.Pd., M.M.Pd.</p>
<p>The post <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/harapan-mekar/">HARAPAN MEKAR</a> appeared first on <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id">Website SMAN 8 Tamsel</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>(H)ari itu telah meneba(R)</p>
<p>(A)sa dari sebuah cit(A)</p>
<p>(R)ona langit biru cerah menyerua(K)</p>
<p>(A)da renum setaman id(E)</p>
<p>(P)erindu terus  meremah ilha(M)</p>
<p>(A)ku dan kamu bersahuta(N)</p>
<p>(N)arasikan kembali bait cint(A)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(M)emulai benih hara(P)</p>
<p>(E)ngkau mendekap pul(A)</p>
<p>(K)etika titik pasrah berkubang nana(R)</p>
<p>(A)da Tuhan mendengar dupa puja puji do(A)</p>
<p>(R)uas malam berarakan sesujud hamba menggelar sajada(H)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>AKROSTIK HIDROYAN</p>
<p>Bekasi, 04022021 17.25</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Oleh: Arta Bachtiar, S.Pd., M.M.Pd.</p>
<p>The post <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/harapan-mekar/">HARAPAN MEKAR</a> appeared first on <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id">Website SMAN 8 Tamsel</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/harapan-mekar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Math For Your Life</title>
		<link>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/math-for-your-life/</link>
					<comments>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/math-for-your-life/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Annisa Dwi Astuti, S.Pd.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2021 15:32:29 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://sman8tambunselatan.sch.id/?post_type=blog&#038;p=883</guid>

					<description><![CDATA[<p>Halo Octagen ! Salam Edukasi ! Selamat datang di artikel matematika SMAN 8 Tambun Selatan! Bukan untuk menghitung dengan rumus dan pembuktian aksioma, bukan! Mari kita bahas sesuatu yang menyenangkan dan bermanfaat pastinya. Lho, emangnya ada sisi ‘menyenangkan’ di bidang matematika? emangnya apa manfaat kita belajar matematika? Pertanyaan itu cukup untuk menggambarkan betapa tidak menariknya matematika. Mungkin, anda salah satu yang pernah berfikir demikian? Coba kita amati deretan angka dibelakang koma pada bilangan phi berikut: Bagaimana? Apakah anda tertarik dengan angka tersebut? Atau bahkan malah mengantuk? Eits, jangan ngantuk dulu! Yuk disimak supaya anda faham, how wonderful math is. Check this out! Sebagian orang menyukai matematika, karena memicu adrenalin serta ulahnya yang bikin penasaran dan geregetan. Ketika kita mampu memecahkan suatu permasalahan matematis, betapa bahagianya seolah-olah kita adalah ilmuwan yang begitu mahir bidang eksak, keren banget deh. Masing-masing kita dilahirkan dengan keunikannya. Ada yang berpotensi dan minat di bidang eksak, ada yang mahir bidang olahraga, kesenian, dan lain sebagainya. Satu sama lain saling melengkapi, satu sama lain saling menguatkan demi terciptanya kestabilan hidup manusia. Tetapi, percayakah anda? Setiap ilmu pengetahuan di dunia ini tidak terlepas dari konsep matematika, lho. Saat bangun tidur, kita bertanya “jam berapakah sekarang?’ waktu yang disepakati [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/math-for-your-life/">Math For Your Life</a> appeared first on <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id">Website SMAN 8 Tamsel</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halo Octagen ! Salam Edukasi !</p>
<p>Selamat datang di artikel matematika SMAN 8 Tambun Selatan! Bukan untuk menghitung dengan rumus dan pembuktian aksioma, bukan! Mari kita bahas sesuatu yang menyenangkan dan bermanfaat pastinya.</p>
<p>Lho, <em>emangnya</em> ada sisi ‘menyenangkan’ di bidang matematika?</p>
<p><em>emangnya </em>apa manfaat kita belajar matematika?</p>
<p>Pertanyaan itu cukup untuk menggambarkan betapa tidak menariknya matematika. Mungkin, anda salah satu yang pernah berfikir demikian?</p>
<p>Coba kita amati deretan angka dibelakang koma pada bilangan phi berikut:<a href="https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/02/Gambar-Deretan-Angka-Dibelakang-Koma.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-885 size-full" src="https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/02/Gambar-Deretan-Angka-Dibelakang-Koma.jpg" alt="Gambar Deretan Angka Dibelakang Koma" width="622" height="350" srcset="https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/02/Gambar-Deretan-Angka-Dibelakang-Koma.jpg 622w, https://s3-websites-blogs.dcds.my.id/sman8tambunselatan.sch.id/2021/02/Gambar-Deretan-Angka-Dibelakang-Koma.jpg 300w" sizes="(max-width: 622px) 100vw, 622px" /></a></p>
<p>Bagaimana? Apakah anda tertarik dengan angka tersebut? Atau bahkan malah mengantuk?</p>
<p>Eits, jangan <em>ngantuk dulu</em>! Yuk disimak supaya anda faham, <em>how wonderful math is.</em></p>
<p><em>Check this out!</em></p>
<p>Sebagian orang menyukai matematika, karena memicu adrenalin serta ulahnya yang bikin penasaran dan <em>geregetan. </em>Ketika kita mampu memecahkan suatu permasalahan matematis, betapa bahagianya seolah-olah kita adalah ilmuwan yang begitu mahir bidang eksak, keren <em>banget</em> deh.</p>
<p>Masing-masing kita dilahirkan dengan keunikannya. Ada yang berpotensi dan minat di bidang eksak, ada yang mahir bidang olahraga, kesenian, dan lain sebagainya. Satu sama lain saling melengkapi, satu sama lain saling menguatkan demi terciptanya kestabilan hidup manusia.</p>
<p>Tetapi, percayakah anda? Setiap ilmu pengetahuan di dunia ini tidak terlepas dari konsep matematika, <em>lho.</em></p>
<p>Saat bangun tidur, kita bertanya “jam berapakah sekarang?’ waktu yang disepakati saat ini berdasarkan perhitungan akurasi yang sesuai dengan rotasi bumi dan revolusi matahari, butuh penelitian yang sangat kompleks dan kolaborasi dari berbagai bidang pengetahuan pastinya.</p>
<p>Saat kita mengirim kabar kepada orang tersayang, kita menggunakan pulsa dan jaringan dunia maya, tentunya membutuhkan proses panjang dan penelitian yang begitu luar biasa hingga tercipta generasi serba teknologi seperti saat ini.</p>
<p>Saat kita beraktivitas, kadar oksigen, karbohidrat, mineral dll terus diolah dalam pernafasan, percernaan dan ekskresi di tubuh kita, dimana kadar kandungan ini dapat dihitung persentasenya dan sisesuaikan dengan kebutuhan tubuh, juga tak luput dari peran matematika.</p>
<p>Atau bahkan saat kita membeli sayur dan ikan segar di pasar, seluruh transaksi yang melibatkan laba rugi, juga butuh peran matematika di dalamnya.</p>
<p>Bahkan baju yang saat ini anda kenakan, setiap detail ukuran dan pemilihan bahan melalui proses pengukuran dan perhitungan sehingga tercipta hasil karya baju yang menunjang penampilan dan nyaman untuk dikenakan.</p>
<p>Ya benar, begitu berartinya matematika bagi kehidupan manusia di muka bumi.</p>
<p>“God used beautiful mathematics in creating the world.” – Paul Dirac</p>
<p>Begitulah kira-kira gambaran dari Paul Dirac, matematikawan dari Inggris yang juga ahli fisika dan elektro. Matematika begitu indah dan bermanfaat dalam berlangsungnya kehidupan manusia di muka bumi.</p>
<p>Kenapa pesawat beribu-ribu ton bisa terbang?</p>
<p>Kenapa menara pisa tidak rubuh meskipun dengan kemiringan 3,99˚?</p>
<p>Bagaimana proses yang dilalui manusia hingga bisa menembus langit ke tujuh di angkasa ini?</p>
<p>Semua pertanyaan tersebut bisa dijawab dengan konsep matematika yang begitu luar biasa. Masih banyak lagi, tentunya tidak akan habis jika kita bahas di laman ini.</p>
<p>“Mathematics is the language in which God written the universe.” – Galileo Galilei.</p>
<p>Lebih kompleks lagi, Galileo Galilei menggambarkan matematika sebagai bahasa Tuhan menciptakan dunia.</p>
<p>Luar biasa peran matematika di kehidupan manusia. Peran matematika dapat dirasakan manfaatnya berkat para matematikawan. Tetapi, kita bukan ilmuwan dan ahli bidang matematika.</p>
<p>Lalu, apa hubungannya kita mempelajari materi – materi matematika di sekolah?</p>
<p>Kenapa kita harus mempelajari sudut lingkaran? Kenapa kita harus mencari nilai <em>x </em>dan <em>y </em>(kadang <em>z </em>juga ikut-ikutan dicari) yang sampai saat ini masih terus dicari dan dicari tanpa akhir? Dan kenapa kita harus mencari nilai integral yang prosesnya bisa menghabiskan halaman buku tulis?</p>
<p>Oke, mari kita bahas sedikit demi sedikit. Setiap kejadian di muka bumi, mulai dari kejadian yang sifatnya global dan terus dikembangkan, hingga hal terkecil seperti sel-sel dalam diri kita, semua merupakan keajaiban hebat yang diberikan oleh Allah SWT.</p>
<p>Ya benar, sel terkecil dalam diri kita! Luar biasa peran matematika.</p>
<p>Kemudian, kecerdasan kita, intelektual kita, ucapan kita, bisa kita tentukan sendiri sesuai dengan keadaan yang kita hadapi. Dalam pendidikan, kemampuan tersebut disebut kecerdasan metakognitif, yaitu kemampuan untuk mengontrol ranah atau aspek kognitif. Metakognitif mengendalikan enam tingkatan aspek kognitif yang didefinisikan oleh <em>Benjamin Bloom</em> dalam taksonomi <em>Bloom</em> yang terdiri dari tahap ingatan, pemahaman, terapan, analisis dan sintetis dan evaluasi.</p>
<p>Tidak hanya itu, dalam matematika dikenal kecerdasan matematis, antara lain:</p>
<p>Penalaran matematis, komunikasi matematis, pemecahan masalah matematis, pemahaman konsep, pemahaman matematis, berpikir kreatif dan berpikir kritis.</p>
<p>Semua kecerdasan tersebut bisa kita latih dari diri sendiri!</p>
<p>Masa sih? Bagaimana caranya?</p>
<p>Terus berlatih dan berlatih.</p>
<p>Setiap materi pelajaran matematika yang disajikan untuk siswa sudah di atur sedemikian sehingga mampu dipelajari oleh siswa/siswi sekolah berdasarkan jenjangnya. Menghitung menggunakan rumus, pembuktian aksioma, penggunaan definisi dan teorema, semua dilakukan dengan proses berfikir dan penalaran. Setiap proses yang dilakukan secara terus menerus akan memberikan hasil yang optimal.</p>
<p>Layaknya bermain <em>game</em>, kita butuh memahami peraturan dan ketentuan game tersebut hingga akhirnya kita mampu menguasai dan mahir dalam permainan game tersebut.</p>
<p>Kita harus terbiasa berlatih dengan soal-soal matematis supaya kita mampu menguasai dan mahir dalam kecerdasan matematis tersebut. Dimana kecerdasan matematis dapat melatih kecerdasan kita di segala aspek kehidupan. Setiap kecerdasan akan memudahkan kita dalam mengambil keputusan, memecahkan suatu masalah, menemukan inovasi tertentu dan masih banyak peran manusia lainnya di berbagai bidang kehidupan di dunia ini. Bukan hanya diri sendiri yang merasakan manfaatnya, tetapi juga bagi manusia lain bahkan kehidupan manusia di muka bumi.</p>
<p>Seperti matematika, berikanlah manfaat bagi sesama manusia dan kehidupan bersosial.</p>
<p>Karena matematika, kita bisa merasakan kehidupan yang begitu indah dan nyaman.</p>
<p>Dari matematika, kita bisa melatih kecerdasan dan potensi diri kita untuk masa depan yang lebih baik.</p>
<p>Dan dengan matematika, kehidupan terus berkembang dan berinovasi seiring bertambahnya ilmuwan dan matematikawan di dunia ini.</p>
<p>Terus semangat menggali</p>
<p>Penulis: <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id/gtk/annisa-dwi-hastuti-s-pd/" target="_blank" rel="noopener">Annisa Dwi Hastuti, S.Pd.</a></p>
<p>The post <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/math-for-your-life/">Math For Your Life</a> appeared first on <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id">Website SMAN 8 Tamsel</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/math-for-your-life/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>HADIAH TERBAIK UNTUK PENDIDIKAN</title>
		<link>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/hadiah-terbaik-untuk-pendidikan/</link>
					<comments>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/hadiah-terbaik-untuk-pendidikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Bima S.K. Ariyo S., S.Pd]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2021 12:55:44 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://sman8tambunselatan.sch.id/?post_type=blog&#038;p=879</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dulu saat saya masih duduk di bangku sekolah setiap kompetisi yang saya ikuti selalu menjadi petualangan yang luar biasa. Mulai dari lomba IPA ke Bandung waktu SMP yang pulang tengah malam sendirian membawa piala karena ditinggalkan guru pendamping, lomba di kedutaan besar Korea yang mana skrip lomba saya diumpetin sama temen yang iri sehingga saya gugur, ikut OSP naik mobil angkut sapi, hingga kompetisi ekonomi se-Jawa, Bali, dan Sumatera di IPB yang tidak diizinkan Kepsek tapi nekat berangkat dan kabur dari sekolah. Semuanya penuh petualangan unik yang kapan kapan akan di ceritakan satu persatu. Saat ini saya sudah jadi guru, tepatnya guru honorer, belum sertifikasi, belum punya NUPTK pula. Parah banget kan saya, gak pro banget jadi guru. Banyak kompetisi yang ingin saya ikuti tapi syaratnya musti punya NUPTK, ya sudah cuma bisa nonton. Monggo yang lebih profesional ber-NUPTK dan juga PNS ikutan, saya akan bersorak sebagai penonton mendukung dari belakang. Cukup bahagia saya. Namun saya masih punya cara berkompetisi, caranya adalah jadi guru punya murid dan mereka yang saya suruh lomba, saya suruh kompetisi, saya suruh kuliah setinggi tingginya. Meskipun saya cuma S1, murid saya minimal S1 bahkan kalau bisa S3. Saya tak perlu bertabur air mata sedih karena [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/hadiah-terbaik-untuk-pendidikan/">HADIAH TERBAIK UNTUK PENDIDIKAN</a> appeared first on <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id">Website SMAN 8 Tamsel</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="o9v6fnle cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">
<div dir="auto">Dulu saat saya masih duduk di bangku sekolah setiap kompetisi yang saya ikuti selalu menjadi petualangan yang luar biasa. Mulai dari lomba IPA ke Bandung waktu SMP yang pulang tengah malam sendirian membawa piala karena ditinggalkan guru pendamping, lomba di kedutaan besar Korea yang mana skrip lomba saya diumpetin sama temen yang iri sehingga saya gugur, ikut OSP naik mobil angkut sapi, hingga kompetisi ekonomi se-Jawa, Bali, dan Sumatera di IPB yang tidak diizinkan Kepsek tapi nekat berangkat dan kabur dari sekolah. Semuanya penuh petualangan unik yang kapan kapan akan di ceritakan satu persatu.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Saat ini saya sudah jadi guru, tepatnya guru honorer, belum sertifikasi, belum punya NUPTK pula. Parah banget kan saya, gak pro banget jadi guru. Banyak kompetisi yang ingin saya ikuti tapi syaratnya musti punya NUPTK, ya sudah cuma bisa nonton. Monggo yang lebih profesional ber-NUPTK dan juga PNS ikutan, saya akan bersorak sebagai penonton mendukung dari belakang. Cukup bahagia saya.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Namun saya masih punya cara berkompetisi, caranya adalah jadi guru punya murid dan mereka yang saya suruh lomba, saya suruh kompetisi, saya suruh kuliah setinggi tingginya. Meskipun saya cuma S1, murid saya minimal S1 bahkan kalau bisa S3. Saya tak perlu bertabur air mata sedih karena sulit berkompetisi, namun bisa bertabur haru kalau siswa saya bisa menang kompetisi, nembus PTN, jadi sarjana. Artinya saya sukses jadi guru.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Dulu waktu sekolah, pernah lomba, ada hadiah uang tunai. Tapi ada yang sampai, sampai dalam jumlah terpangkas (tidak sesuai nominal yang disebutkan dan ditandatangani), atau bahkan tak sampai sama sekali (hanya gabus tulisan nominal rupiahnya). Tapi Ndak pernah sedih, sudah menang saja Alhamdulillah. Berhubung saya kadang lomba juga gak pake modal, cuma otak aja. Kalau dianterin guru seneng banget, gak dianterin naik mobil angkut sapi biar transport dari sekolah ada lebihnya pun girangnya bukan main. Yang penting bertualang.</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Kalau sekarang siswa saya lomba insyaAllah musti komitmen kalau mereka dapat hadiah uang tunai sampaikan ke anaknya 100%, kecuali dipotong pajak sama pemerintah. Karena itu jerih payah mereka, masalah jerih payah kita membimbing itu sudah jadi kewajiban dan pahala kita. Anak menang kita sudah bangga bukan main.</div>
</div>
<div class="o9v6fnle cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">
<div dir="auto">
<p>Sore ini mendadak ada tamu, siswa ngasih bingkisan. Siswa yang kemarin baru menang kompetisi se-Kabupaten dan bikin bangga orang tuanya. Dapat hadiah jutaan rupiah, Alhamdulillah sudah saya salurkan semua sesuai yang dikirimkan panitia dinas sosial (terima kasih banyak Dinsos Kab. Bekasi).</p>
<div class="separator"></div>
<p><a href="https://1.bp.blogspot.com/-SE8lx1Ca5Zc/YAHEVoyfYII/AAAAAAAAA0I/CVTMYy9iFLEpAYgNNFJ7eVeum88qKL4pwCLcBGAsYHQ/s960/118664749_4927590747267130_3814925867466615757_n.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1.bp.blogspot.com/-SE8lx1Ca5Zc/YAHEVoyfYII/AAAAAAAAA0I/CVTMYy9iFLEpAYgNNFJ7eVeum88qKL4pwCLcBGAsYHQ/w396-h320/118664749_4927590747267130_3814925867466615757_n.jpg" width="396" height="320" border="0" data-original-height="960" data-original-width="720" /></a><br />
Bingkisannya bikin saya terhura eh terharu&#8230;semoga masa depannya cerah. Saya ingat ini anak yang mendadak saya suruh pulang waktu ujian tulis semester (sebelum Covid ) dan baru dikasih tau di rumah bahwa ibunya wafat. Agar tidak syok khawatir pingsan di jalan. Sedih juga saya anak lagi ujian mendadak saya suruh pulang tanpa alasan anaknya celingak celinguk bingung. Tapi tahun berikutnya dia bisa jadi anak berprestasi. Saya melihat masa depan saat dia bersusah payah persiapan lomba serta banyak berdoa untuk kemenangan. Karena disanalah pendidikan karakter bisa diukur ketercapaiannya. Karakter pantang menyerah, sportifitas, berjiwa besar, disiplin, kerja keras, dan religius. Itu lebih berharga dari Thropy, sertifikat, dan juga hadiah uang tunai nya. Karena Thropy cuma bisa dipajang, piagam akan lusuh, dan uang akan habis. Namun karakter bisa bertahan dalam waktu yang panjang bahkan hingga akhir hayat.</p>
</div>
</div>
<div class="o9v6fnle cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Saya mungkin bukan menteri pendidikan yang bisa bagi-bagi pulsa untuk BDR se-Indonesia, bukan juga kepala dinas yang bisa tanda tangan ngasih beasiswa untuk siswa siswi berprestasi, namun saya bisa nyuruh anak lomba. Udah itu aja saya bahagia sebagai guru sekolah terpencil di pedalaman Bekasi pinggir kali CBL yang ada saljunya tiap saya pulang dari sekolah (gile Bekasi ada salju iklim beda sama Indonesia)</div>
</div>
<div class="o9v6fnle cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">
<div dir="auto">Ibarat kata&#8230;(&#8220;ibarat kata&#8221; adalah bahasa yang sering diucapkan oleh orang daerah Tambun, saya menuliskan kalimat &#8220;ibarat kata&#8221; dalam upaya menjunjung kearifan lokal Tambun dan sekitarnya)</div>
<div dir="auto">&#8230;.</div>
</div>
<div class="o9v6fnle cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">
<div dir="auto">Kalau kita tak bisa jadi jalan raya, mungkin kita bisa jadi jalan setapak yang bisa menuntun orang orang menuju mata air (mata air kebahagiaan)</div>
</div>
<div class="o9v6fnle cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">
<div dir="auto"><a class="oajrlxb2 g5ia77u1 qu0x051f esr5mh6w e9989ue4 r7d6kgcz rq0escxv nhd2j8a9 nc684nl6 p7hjln8o kvgmc6g5 cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x jb3vyjys rz4wbd8a qt6c0cv9 a8nywdso i1ao9s8h esuyzwwr f1sip0of lzcic4wl q66pz984 gpro0wi8 b1v8xokw" role="link" href="https://www.facebook.com/hashtag/inspired?__eep__=6&amp;__cft__[0]=AZWO1h9vPWOXnp5ZLkDtCOWFDuJhCs_E2t8_BVLhqYWPb2LKMSEXF3kCmSuKcUqVXkLmWLQErekczOE9l0OFINScNh8nWUmrdKlxEvkYXQgU7hy54uR-c2Ud84DUgyazdOQuBcpDvj97QL9zrYYX1ejF&amp;__tn__=*NK-R">#inspired</a> by: Taufiq Ismail&#8230; <a href="https://1.bp.blogspot.com/-LTNL0i4O-rk/YAHEVpcyyvI/AAAAAAAAA0M/U-_VGS3tD8woEmUIKdOgBgnxQ2kyx0MWwCLcBGAsYHQ/s960/118792553_4927590993933772_2177021744811713436_n.jpg"><img decoding="async" src="https://1.bp.blogspot.com/-LTNL0i4O-rk/YAHEVpcyyvI/AAAAAAAAA0M/U-_VGS3tD8woEmUIKdOgBgnxQ2kyx0MWwCLcBGAsYHQ/s320/118792553_4927590993933772_2177021744811713436_n.jpg" width="320" border="0" data-original-height="958" data-original-width="960" /></a></div>
</div>
<div class="o9v6fnle cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">
<div dir="auto">Ya begitulah tantangan jadi guru, kebahagiaan nya tiada bertepi, meskipun gajinya 10 koma (tanggal 10 udah koma), tapi koma lebih baik ketimbang titik atau tanda seru. Karena koma bukan berarti stop melainkan sedikit melompatkan spasi untuk menyapa kata kata yang menyambung nafas kalimat kalimat kehidupan selanjutnya.</div>
</div>
<div class="o9v6fnle cxmmr5t8 oygrvhab hcukyx3x c1et5uql ii04i59q">
<div dir="auto">Saya tanya murid siapa mau jadi guru? Gak ada yang acung tangan. Dalam ati (ati artinya hati, ini juga bagian dari kearifan lokal kata kata daerah Tambun): ntar kalau gagal masuk IPB, ITB, UI, UGM, baru lu pada banting setir jadi guru. Wkwkwk. Kejem amat saya. Ya intermezo, cuma becanda. Namanya juga guru, kalau gak marah marah ya becanda. Mau serius-serius amat dia ga ngajar mahasiswa, tapi anak puber, galau, belum dewasa, nanggung, yang butuh teman dan sahabat yang bisa diteladani. Itulah kita: GURU.</div>
</div>
<div dir="auto"></div>
<div dir="auto">Penulis: Bima.S.Ariyo, S.Pd.</div>
<div dir="auto">Sumber: <a href="https://www.belajaritumemangasyik.com/2021/01/hadiah-terbaik-untuk-pendidikan.html" target="_blank" rel="noopener">belajaritumemangasyik.com</a></div>
<p>The post <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/hadiah-terbaik-untuk-pendidikan/">HADIAH TERBAIK UNTUK PENDIDIKAN</a> appeared first on <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id">Website SMAN 8 Tamsel</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/hadiah-terbaik-untuk-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PERJALANAN HIDUP</title>
		<link>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/perjalanan-hidup/</link>
					<comments>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/perjalanan-hidup/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Turnanengsih , S.PD.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2021 02:37:27 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://sman8tambunselatan.sch.id/?post_type=blog&#038;p=873</guid>

					<description><![CDATA[<p>“ Definisi Cinta dalam hidupku sangatlah berharga,  maka tidak sembarang cinta yang saya beri  untuk seseorang,  kecuali MEREKA” Bekasi, 24 oktober 2019. Memberanikan diri untuk mencoba menuliskan kisah hidupku. Tepat pukul 21:20, saat ini aku ingin mengungkapkan rasa yang begitu besar kepada orang yang sangat berarti, yang sangat saya cintai. Ya. . . dia adalah “ Orangtuaku”. Saya Mima, usia 25 tahun, dan saya bekerja sebagai guru honor di salah satu sekolah di Bekasi.Sudah hampir 4 tahun mengabdi sebagai guru honorer. Saya tinggal bersama Ibu Sisca, Pak Aldi dan kedua anak mereka ( Keke dan Cica). Bu Sisca adalah adik kandung dari ibu saya. Saya anak pertama dari tiga bersaudara, Samsul  dan Haqi. Saya selalu berfikir pundakku harus sekuat baja, sakit dalam hatiku harus di hilangkan, dan wajahku harus tetap tersenyum, karena mereka tak boleh lihat apa yang sedang saya rasakan. Semuanya akan saya tampung keluh kesah Ayah dan Ibu, yang ada dalam hati dan pikiran bagaimana bisa bertahan di kota orang, membahagiakan orangtua, mencukupi kehidupan saya dan keluarga di kampung. Dan perasaan itu berawal semenjak saya mulai bekerja hari pertama sampai saat ini. Dari dulu sampai sekarang Ayah seorang pedagang sayuran di Kota Tanggerang, Setiap libur mengajar, saya selalu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/perjalanan-hidup/">PERJALANAN HIDUP</a> appeared first on <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id">Website SMAN 8 Tamsel</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align: center"><strong><em>“ Definisi Cinta dalam hidupku sangatlah berharga,</em></strong></p>
<p style="text-align: center"><strong><em> maka tidak sembarang cinta yang saya beri  untuk seseorang,</em></strong></p>
<p style="text-align: center"><strong><em> kecuali MEREKA”</em></strong></p>
</blockquote>
<p>Bekasi, 24 oktober 2019. Memberanikan diri untuk mencoba menuliskan kisah hidupku.</p>
<p>Tepat pukul 21:20, saat ini aku ingin mengungkapkan rasa yang begitu besar kepada orang yang sangat berarti, yang sangat saya cintai. Ya. . . dia adalah “ Orangtuaku”.</p>
<p>Saya Mima, usia 25 tahun, dan saya bekerja sebagai guru honor di salah satu sekolah di Bekasi.Sudah hampir 4 tahun mengabdi sebagai guru honorer. Saya tinggal bersama Ibu Sisca, Pak Aldi dan kedua anak mereka ( Keke dan Cica). Bu Sisca adalah adik kandung dari ibu saya. Saya anak pertama dari tiga bersaudara, Samsul  dan Haqi.</p>
<p>Saya selalu berfikir pundakku harus sekuat baja, sakit dalam hatiku harus di hilangkan, dan wajahku harus tetap tersenyum, karena mereka tak boleh lihat apa yang sedang saya rasakan. Semuanya akan saya tampung keluh kesah Ayah dan Ibu, yang ada dalam hati dan pikiran bagaimana bisa bertahan di kota orang, membahagiakan orangtua, mencukupi kehidupan saya dan keluarga di kampung. Dan perasaan itu berawal semenjak saya mulai bekerja hari pertama sampai saat ini.</p>
<p>Dari dulu sampai sekarang Ayah seorang pedagang sayuran di Kota Tanggerang, Setiap libur mengajar, saya selalu menyempatkan pergi menjenguk (sabtu dan minggu). Sabtu siang selesai mengajar langsung pergi ke Stasiun Tambun, transit di Stasiun Manggarai, lalu di lanjut menuju Stasiun Duri dan terakhir menuju Stasiun Tanah Tinggi.</p>
<p>Jaman sekarang banyak sekali tansportasi dan salah satunya KRL, walaupun sangat padat dan bahkan tidak bisa duduk dari Stasiun awal sampai Stasiun akhir, saya selalu berusaha untuk tetap menjalani apapun yang Allah sudah tentukan untuk diri saya, dan sering sekali hati bicara <strong>“Akhirnya sabtu juga, bisa ketemu Ayah dan bantu di pasar”.</strong></p>
<p>Apa kalian tau, Ayah Soni adalah ayah yang sangat luar biasa, laki-laki yang sangat saya cintai, laki-laki yang sangat saya banggakan. Ayah selalu menyempatkan jemput di stasiun terakhir, karena jarak stasiun dan pasar sangat dekat, dan ayah selalu menungguku turun dari kereta, dengan pelukan hangat dan senyum riangnya, yang tak dapat di pungkiri kerutan di wajahnya dan rambut yang sudah berubah warna putih. Dia selalu berkata<strong>“Ayah senang sekali, jika Mba Mima datang menjenguk, menemani ayah di pasar”.</strong> Entah mengapa hatiku sangat ingin menangis. Selalu bergandengan tangan menuju pasar. Sangat indah dan bahagia bagiku.</p>
<p>Ayah berjualan habis magrib dan selesai pas subuh bahkan sampai jam 07:00 pagi. Sesekali tertidur di meja, bahkan saya pernah tidur di masjid pasar. (sangat lucu ketika mengingatnya).</p>
<p>Ketika sedang menunggu pembeli, saya dan ayah mengobrol tentang banyak hal, dari perkembangan pekerjaanku di sekolah, masalah di rumah tante, bahkan ayah selalu kepo tentang seseorang pria yang dekat denganku, perkembangan penjualan bapak dan sampai rencana kita untuk pulang bersama ke Cirebon bertemu Ibu dan adik-adik. Bagaimana saya tak bangga dengan Ayah yang selalu menjual dagangannya dengan nada lelucon ketika ada pelanggan <strong>“ Sayurannya Pak, Bu, Jangungnya manis kaya anak saya “</strong> hehe (semua tertawa)</p>
<p>Terlintas begitu besar pengorbanan, pagi jadi malam, jauh dari keluarga, dan kini sudah sangat terlihat rambut yang putih, garis-garis di wajar yang semakin terlihat dan bahkan tenaganya tak sekuat dulu lagi, tapi dia selalu bersemangat untuk menafkahi istri dan anak-anaknya. Saya tak pernah malu dengan pekerjaan ayah, karena dialah laki-laki yang telah membesarkan saya dengan tangannya, dengan hasil keringatnya, menyekolahkan saya hingga sarjana. Ya…Dialah Ayahku seorang pedagang sayuran.</p>
<p><strong><em>“ Sama kah kalian dengan ku ? begitu berartinya kah seorang Ayah dalam hidup kalian? Apa yang sudah kalian lakukan untuk Ayah sampai saat ini ?Apa pekerjaan ayah kalian? Direktur kah ? Pengusaha kah? Tukang sapu? Tukang becak ,atau bahkan ojek online? Apa kalian bangga / malu ?”  Pikirkan sekarang</em></strong><em>.</em></p>
<p>Dan untuk syurgaku, Ibu, yang selalu saya rindukan setiap detiknya, dan dia tak ada hari untuk absen tidak video call, pastinya cerita masalah Do’i (hehehe). Ibu mengidap kanker Rahim di saat mengandung Haqi 6 bulan, keluarga sepakat untuk menggugurkan kandungan saat itu, tapi Ibu tetap bertahan walaupun dengan rasa sakit yang entah tidak pernah kita rasakan.</p>
<p>Kelahiran Haqi membuat Ibu pendarahan hebat saat itu, tapi Allah sangat mencintai Ibu dan Haqi akhirnya mereka pun sehat dan tak kurang satupun sampai saat ini. Tak lama…Ibu mengidap Diabetes yang setiap bulannya harus kotrol, keluarga kita pun di uji kembali pastinya untuk Ayah dan Ibu, bahkan akupun merasakan sedihnya saat itu. <strong>“ Apa lagi ini … ya Allah ?”</strong> (dalam tangisku)</p>
<p>Ibu tidak pernah bilang kalau dia sakit, selalu bilang <strong>“ Ibu gpp, Ayah, Mba Mima, Aa Samsul dan Dek Haqi g usah khawatir”</strong> ( dengan senyum manisnya ).</p>
<p>Dan saat jauh video call ibu selalu bilang <strong>“nanti kalau mba Mima pulang mau ibu masakin apa? Nanti ibu masakkan yang special kesukaan mba mima ya”.</strong></p>
<p><strong><em>Bagaimana tak patah hati ini, dengan nikmat ujian dari Allah.</em></strong></p>
<p><strong><em>Saya hanya ingin Ibu sehat-sehat saja ya Allah.</em></strong></p>
<p><strong><em>Jaga Ibu…hanya itu, tak ada yang lain.</em></strong></p>
<p>Di saat ada libur beberapa hari, saya menyempatkan pulang ke kampung, hanya untuk bertemu Ibu dan adik-adik. <strong>“ Bu, mima besok pulang nih”</strong> (mima)</p>
<p>Ibu <strong>: “ Memangnya sekolah mba mima libur ?”</strong></p>
<p>Mima : <strong>“ Iya bu libur 2 hari, mima kangen masakan ibu, kangen sayur lodeh, tempe goreng, bergedel, kikil, sambel…………………..</strong> (panjang lebar bahas makanan)</p>
<p>Ibu : <strong>“ Ya ampun, makan mulu nih, oke deh nanti ibu masakin, mba mima hati-hati ya.” </strong>(dengan suara riang gembira).</p>
<p>Saya pulang kampung dengan kereta jurusan Bekasi – Babakan (Cirebon) dengan kelas ekonomi, dan saat itu ada harga yang murah hanya Rp. 85.000.</p>
<p>Sesampai di stasiun babakan, saya di jemput A samsul (adikku), jarak stasiun ke rumah tidak jauh, 10 menit pun sudah sampai.</p>
<p>Mima <strong>: “ Assalamualaikum, Ibu…. Mima pulang</strong>” (dengan nada riang, dan rindu yang bergebu)</p>
<p>Ibu : <strong>“ Waalaikumsalam, Mba mima”</strong> (sambil memeluk)</p>
<p>Mima : <strong>“ Ibu mima kangen…”</strong> (selalu menahan tangis melihat tumbuh ibu semakin kurus, kerutan di wajah semakin terlihat)</p>
<p>Ibu : <strong>“Ibu juga kangen mba mima, sana mandi dulu, ibu siapkan makanannya ya, sudah matang nih” </strong>(bergegas menyiapkan makanan)</p>
<p>Mima : <strong>“Siap.”</strong></p>
<p>Saya selalu menikmati masakan ibu, yang selalu buat rindu. Dan Ibu selalu senang jika masakannya di makan lahap dan saya sampai minta lagi.</p>
<p>Waktu 2 hari yang saya lalui dirumah, sangatlah berarti, walau raga ini lelah, tetap melihat ibu saja sudah hilang rasa lelahku ini.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center"><strong><em>“Bahagialah kalian jika masih memiliki orangtua yang utuh,</em></strong></p>
<p style="text-align: center"><strong><em>Saling menyayangi, menghargai waktu untuk bertemu keluarga.</em></strong></p>
<p style="text-align: center"><strong><em>Mereka keluargaku, yang patut saya jaga hatinya,</em></strong></p>
<p style="text-align: center"><strong><em>Yang perlu saya beri full kasih sayang tanpa syarat”</em></strong></p>
</blockquote>
<p>Sesampai di Bekasi, Ayah tiba-tiba telp memutuskan untuk tidak berjualan lagi di Tangerang, dia ingin di Cirebon saja karena ingin dekat dengan Istri dan ke 2 anaknya. Dan ayah meminta untuk membujuk ibu agar tidak memikirkan apapun, karena jika ayah di Cirebon, penghasilan yang di dapat sangat sedikit. Hanya cukup untuk makan sehari, dan ibu akan puter otak untuk membaginya. Untuk makan, bayar listrik, jajan, sekolah adik – adik.</p>
<p>Ayah: <strong>“Mba Mima, bagaimana kalau ayah berjualan di Cirebon saja?”</strong></p>
<p>Mima : “( terkejut memang, tapi saya selalu menjawab dengan fikiran ke depan dan tanpa banyak Tanya) <strong>“ Baiklah kalau itu mau ayah, mima dukung” </strong>(langsung menutup telp).</p>
<p>“(Saya tau, ayah sudah tak muda lagi dan ingin kumpul dengan keluarga di kampung. Tapi kenapa? Bagaimana ? ini ya Allah, untuk sekolah a syamsul, dan haqi, bayar listrik, cicilan motor?  Astagfirullah….)”</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center"><strong><em>“Tetapi, saya selalu yakin, </em></strong></p>
<p style="text-align: center"><strong><em>Allah memberikan nikmat ujian ini sesuai dengan kemampuan hambanya.</em></strong></p>
<p style="text-align: center"><strong><em>Dan itu aku. </em></strong></p>
<p style="text-align: center"><strong><em>Aku pasti bisa”</em></strong></p>
</blockquote>
<p>Dan akhirnya, Ayah pun pulang ke Cirebon dan berjualan di sana. Karena ekonomi di Cirebon sangat pas-pasan, Saya selalu menyisihkan untuk cicilan motor, walaupun menghabiskan setengah honorku. Dan menyisihkan uang untuk berjaga-jaga ada keperluan medesak. Dan keadaan itu terus berjalan. Sesekali ingin rasanya menghargai diri ini, badan ini yang sudah bekerja untuk jalan-jalan, makan dengan tema-teman, bahkan shopping.</p>
<p>Tetapi semua itu harus di tahan sampai semuanya normal kembali. Walaupun dengan keadaan yang sangat sederhana, saya dan keluarga selalu bersyukur, tetap bahagia, tetap selalu mendo’akan satu sama lain.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center"><strong><em>Untuk kalian yang sedang berjuang, setiap perjuangan itu pasti pernah gagal,</em></strong></p>
<p style="text-align: center"><strong><em>Tetapi kegagalan itu tidak akan gagal, jika kalian tidak pernah berhenti.</em></strong></p>
<p style="text-align: center"><strong><em>Kunci kalian adalah harus bangkit. Gagal 99 kali kalian harus bangkit 10.000 kali.</em></strong></p>
</blockquote>
<p><strong>Ayah – Ibu ada yang ingin mima katakan, tapi bibir ini tak dapat terucap…</strong></p>
<p><strong>Mima berharap entah kapan, ayah dan ibu dapat membaca ini.</strong></p>
<blockquote><p><strong><em>“ Ayah…<br />
</em></strong><strong><em>Terimakasih banyak atas semua pengorbanan yang telah di lakukan selama 25 tahun ini, sampai mima dapat berfikir, dan merangkai kata-kata ini untuk ayah. Ayah… mima tidak pernah malu sedikitmu, di besarkan oleh anak seorang pedagang sayuran di pasar yang becek, di jemput dengan sepeda motor yang butut, dan di belikan jajanan seharga 2000 perak yang ayah selalu bawakan dari pasar. Mima akan selalu senang dan bahagia, asalkan itu dengan ayah. Ayah…Mima akan berusaha menjadi contoh untuk adik-adik mima. Mima selalu berusaha agar tidak menyakiti hati ayah sedikitpun, dan mima akan berusaha untuk membanggakan ayah dengan apa yang mima lakukan.</em></strong></p></blockquote>
<blockquote><p><strong><em>“ Ibu …<br />
</em></strong><strong><em>Taukan bagaimana perasaan mima ketika mendengar “Ibu sakit, ibu di bawa ke klinik?” Apa Ibu tau ?. Hati mima sakit bu, sakiiiiiit, sangat sakit. sampai mima tak dapat bernafas dengan baik, kenapa tidak mima saja yang sakit ? kenapa ibu? Selalu mengulangi kata-kata itu. Maafkan mima bu…. Maaf… maaf mima jauh dari ibu, maaf mima tidak bisa merawat ibu, maaf mima tidak ada di samping ibu. Maaf……..<br />
</em></strong><strong><em>Mima ingin sekali menyiapkan makanan untuk ibu, menyuapi, memberikan selimut, dan masih banyak lagi. Bu…..</em></strong></p></blockquote>
<blockquote><p><strong><em>“ Ayah – Ibu<br />
</em></strong><strong><em>Taukah kalian… mima menulis ini dengan air mata yang terus mengalir di pipi. Mima baca ulang untuk memastikan tidak ada kata yang salah dari kalimat yang mima tulis. Mima mau semuanya tersampaikan di tulisan ini, bahwa mima sangat mencintai Ayah dan Ibu.</em></strong></p></blockquote>
<p style="text-align: right"><strong><u>Dari Mima </u></strong></p>
<p style="text-align: right">Salam sayang Mia.</p>
<p>The post <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/perjalanan-hidup/">PERJALANAN HIDUP</a> appeared first on <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id">Website SMAN 8 Tamsel</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/perjalanan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketupat Di Waktu Itu&#8230; &#8211; Cerpen</title>
		<link>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/ketupat-di-waktu-itu-cerpen/</link>
					<comments>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/ketupat-di-waktu-itu-cerpen/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gita Merdayanti, S.Pd.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2021 08:09:11 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://sman8tambunselatan.sch.id/?post_type=blog&#038;p=797</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langit saat itu penuh dengan suara letusan dan warna-warni yang dihasilkan oleh kembang api. Suasana dan kondisi yang benar-benar seluruh umat di dunia merindukannya. Keluarga yang tadinya berpencaran dan terdistribusi diberbagai daerah, dengan waktu itu pun mereka dapat kembali bersama. Bercerita tentang selama mereka berpisah akibat adanya kepentingan yang lain. Aku ingat saat itu umurku masih termasuk kedalam kategori balita. Dimana saat itu, pusat perhatian hanya ada padaku karena masih imut-imutnya untuk mencubit pipi yang sebesar bakpao. Untuk memulai hari besar umat Islam yaitu Idul Fitri, ada beberapa langkah untuk memenangkan hari raya tersebut. Langkah tersebut biasa disebut dengan Puasa. Ya. Aku mengenal puasa dimana saat itu aku melihat beberapa orang sedang menahan nafsu makan dan minumnya dengan waktu yang sudah ditentukan. Shalat tarawih yang dilakukan malam hari,  membuatku sangat senang sekali karena aku bisa bermain dengan teman sebayaku, membeli beberapa jajanan yang aku suka, sehingga suasana ini selalu jadi momen yang ditunggu. Saat itu, aku masih tinggal di kampung Pisangan terletak di Cirendeu-Tangerang Selatan. Aku masih ingat. Puasaku saat itu masih setengah hari dikarenakan aku belum berani untuk menguatkan untuk tidak makan dan minum sampai waktu maghrib. Mungkin bisa dibilang hanya sekali atau dua kali untuk melakukan puasa satu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/ketupat-di-waktu-itu-cerpen/">Ketupat Di Waktu Itu&#8230; &#8211; Cerpen</a> appeared first on <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id">Website SMAN 8 Tamsel</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Langit saat itu penuh dengan suara letusan dan warna-warni yang dihasilkan oleh kembang api. Suasana dan kondisi yang benar-benar seluruh umat di dunia merindukannya. Keluarga yang tadinya berpencaran dan terdistribusi diberbagai daerah, dengan waktu itu pun mereka dapat kembali bersama. Bercerita tentang selama mereka berpisah akibat adanya kepentingan yang lain. Aku ingat saat itu umurku masih termasuk kedalam kategori balita. Dimana saat itu, pusat perhatian hanya ada padaku karena masih <em>imut-imutnya</em> untuk mencubit pipi yang sebesar bakpao.</p>
<p>Untuk memulai hari besar umat Islam yaitu Idul Fitri, ada beberapa langkah untuk memenangkan hari raya tersebut. Langkah tersebut biasa disebut dengan Puasa. Ya. Aku mengenal puasa dimana saat itu aku melihat beberapa orang sedang menahan nafsu makan dan minumnya dengan waktu yang sudah ditentukan. Shalat tarawih yang dilakukan malam hari,  membuatku sangat senang sekali karena aku bisa bermain dengan teman sebayaku, membeli beberapa jajanan yang aku suka, sehingga suasana ini selalu jadi momen yang ditunggu. Saat itu, aku masih tinggal di kampung Pisangan terletak di Cirendeu-Tangerang Selatan. Aku masih ingat. Puasaku saat itu masih setengah hari dikarenakan aku belum berani untuk menguatkan untuk tidak makan dan minum sampai waktu maghrib. Mungkin bisa dibilang hanya sekali atau dua kali untuk melakukan puasa satu hari penuh. Alasan lainnya, ibu dan ayah yang selalu memaksa untuk puasa setengah hari karena usiaku yang masih 5 tahun tidak cukup kuat untuk melakukannya. Dan kondisi saat itu dimana aku masih terlihat sangat kurus bagaikan <em>tulang dilapisi kulit</em>.</p>
<p>Aku saat itu memiliki adik yang umurnya tidak jauh dari umurku. Jarak umur kami hanya berbeda 3 tahun. Kami berdua merupakan anak yang sangat mandiri. Bisa dibilang begitu. Kami sudah tidak bisa menghitung tempat mana sajakah yang telah menjadi titipan kami baik itu dititipkan pada saudara atau tetangga mana yang bersedia mengurus kami. Ibu dan ayah sangat sibuk untuk mencari 3 pokok kebutuhan. Hal yang paling mengesankan saat puasa adalah hari libur ayah dan ibu kami. Walaupun sehari, kami sangat senang sekali. Dan walaupun, saat itu aku dan adik tidak berpuasa.</p>
<p>Rumah kami hanya kontrakan yang disediakan oleh bos ayahku untuk para supir angkutan umum yang bekerja dengan beliau. Ayahku saat itu bekerja sebagai angkutan supir dengan jurusan D19 yang menuju ke arah Cirendeu-Pondok Cabe. Bos ayahku adalah orang yang berasal dari kampung yang sama dengan ayah yaitu Sumatera Utara. Kontrakan bos ayahku terdiri dari 10 rumah kontrakan, 1 gudang mesin mobil angkutan, 1 ruang kantor bos ayahku dan 1 warung. Selain itu, ada tempat steam mobil, ada lapangan sebagai tempat penyimpanan mobil-mobil angkutan ada kamar mandi umum 2 dan 1 tempat cuci baju terbuka dan saat kecil aku suka mandi bersama teman-temanku di tempat cuci baju tersebut.</p>
<p>Rasa kekeluargaan kami dengan tetangga yang lainnya sangat erat sekali. Rumah kami sama-sama kecil tapi mampu menghangatkan, mampu melindungi kami dari panas maupun lebatnya hujan. Rata-rata tetanggaku berasal dari seberang pulau Jawa ke arah barat yaitu pulau Sumatera. Ya. pulau Sumatera juga merupakan asal dari ayah dan ibuku dilahirkan. Ayah yang terlahir sebagai orang batak dan ibu yang terlahir sebagai orang minang membuat diriku semakin lengkap untuk mencintai tanah air. Beberapa perbedaan yang membuatku semakin paham bahwa  perbedaan itu bukan selamanya menjadi alasan mereka untuk tidak saling mencintai.</p>
<p>Begitu juga yang dapat kurasakan dengan tetanggaku yang lainnya, entah itu perbedaan suku, agama, fisik, maupun ekonomi. Hampir saja kami seperti saudara yang sangat amat dekat. Beberapa hari selama sahur tepat jam 2 dini hari, beberapa pemuda yang bekerja dilingkungan rumah kontrakan kami selalu membangunkan yang lainnya untuk sahur. Setelah, membangunkan orang-orang untuk sahur aku kira pemuda-pemuda tersebut langsung makan untuk sahur, tau-taunya mereka tidur kembali menunggu waktu sahur mendekati imsak. Ibuku berkata, “<em>dasar anak muda</em>”.  Karena, makin seringnya mereka seperti itu, rasa penasaranku pun memuncak. “<em>Kenapa sampai mereka tidur kembali?</em>”, “<em>apa mereka kelelahan bekerja sampai-sampai mereka kembali lagi tidur</em>”. Dengan kepolosan anak kecilku, aku pun bertanya kepada ayahku. “<em>yah.. apa karena kelelahan bekerja seharian mereka sampai tidur kembali?”</em>. Ayahku memercikkan senyumnya sambil membaca koran yang merupakan terbitan kemarin. “<em>mereka itu hanya lelah karena nonton pertandingan sepak bola yang tayang jam 2 pagi, jika tidak ada pertandingan bola mereka juga tidak akan sahur”</em>. Akupun sempat berfikir kembali, ”<em>apakah pemain sepak bola itu tidak pada sahur, kenapa mereka bermain bola saat gelap seperti ini?”</em>.</p>
<p>Sekarang, saatnya aku menceritakan bagian buka puasaku bersama tetangga-tetannggaku. Kuingat rumah kontrakan kami dibelakangnya memiliki kebun yang begitu luas. Beberapa pemilik kebun tersebut menanamnya dengan hasil-hasil tani yang dapat dijual dipasar. Ada beberapa pohon pisang dan timun suri. Oh ya, selain dibelakang rumah kontrakan, didepan rumah kontrakan kami juga terdapat pohon alpukat, pohon jengkol dan pohon mangga yang sangat-sangat besar begitu juga dengan hasil buahnya. Kami berbuka puasa dengan santapan yang kami buat bersama, puasa kami pun terasa bahagia karena kebersamaan. Rasanya aku akan bersama mereka, ya dengan tetanggaku dan teman-teman kompleks kontrakan untuk selamanya.</p>
<p>Hari itu pun berlalu, ayah dan ibu kembali bekerja lagi. Aku dan adik mulai dititipkan dirumah saudara dari ayahku yang biasa aku panggil dengan mamak. Mamak sangat baik sekali, dia sangat menyayangi kami. Mamak hanya memiliki 1 anak angkat. Kami berbeda keyakinan. Mamak kami beragama katolik sedangkan kami islam. Maklum.. orang Sumatera khususnya saudara ayahku dulu mayoritas beragama non muslim.</p>
<p>Tempat mamak memang terbaik. Rumahnya yang cukup luas, dengan bapak yang selalu mengasihi kayu manis yang tersimpan digudangnya. Pohon mangga yang tinggi dan rindang, cocok untuk aku yang saat itu susah untuk tidur siang.</p>
<p>Setelah lama nyaman dengan mamak, kulihat beberapa barang yang ada di rumah mamak dirapihkan kedalam kardus yang cukup besar. Di kamar bang Janet sudah tidak ada lagi barang-barang yang biasanya berserakan. Tiba-tiba kamarnya menjadi hampa dan kosong. Kucari bang Janet dan kutanyakan kepada mamak. Mamak pun menjawab yang seharusnya tak ingin kudengar, ”<em>mamak besok udah pindah dari rumah ini, mamak pindah ke pondok cabe</em>”. Saat itu, aku hanya diam. Tidak menangis. Bingung, dan pastinya sedih. Ibuku pun mulai kebingungan harus kemana aku dan adikku dititipkan. Ibuku merasa tak enak jika harus merepotkan tetanggaku selalu, walaupun tetanggaku tidak masalah terhadap itu semua. Ibu dan ayah juga tidak memiliki uang banyak untuk menyewa seseorang untuk menjaga kami berdua.</p>
<p>Tetanggaku pun mengatakan bahwa ada tenaga kerja murah yang dapat menjagaku dan adik yang rumahnya tak jauh dari rumah kontrakanku. Akhirnya, ibu langsung menjumpai tenaga kerja tersebut dan mulai menitipkan aku dan adik ke bibi tersebut. Namanya bibi Isma. Bibi Isma tinggal di rumah ibunya yang <em>single parent</em>, dan bibi Isma yang statusnya belum menikah. Aku tebak saat itu umurnya mungkin mencapai 30an lebih. Akhirnya, kami mulai akrab dengan bi Isma. Bermain bersama dan melakukan aktivitas seperti biasanya dengan bi Isma. Tetapi kebersamaan kami dengan bi Isma cukup singkat, mungkin itu hanya dua minggu saja.</p>
<p>Setelah dua minggu berpuasa, banyak hal yang terjadi baik itu yang menyenangkan maupun menyedihkan. Tetapi, akhir-akhir ini banyak kejadian malah membuatku semakin sedih. Itu terjadi saat aku tidak sengaja mendengar perbicangan ayah dan ibu saat mereka sedang sahur. Entah kenapa, tidak biasanya mereka tidak membangunkan aku, ya walaupun aku tau aku susah untuk dibangunkan sahur. Kudengar mereka membicarakan soal pekerjaan ibu. Aku yang saat itu tidak mengerti pembicaraan mereka, berusaha untuk tetap menguping apa yang mereka diskusikan. Aku hanya paham ayah berkata, “<em>tidak usah lagi bekerja, jagalah anak-anak dirumah</em>”, dan ibu pun menjawab, ”<em>jika hanya mengandalkan hasil dari ayah saja, ini tidak akan cukup</em>”. Bagaimanapun alasan ibu, ayah tetap berpegang terhadap perkataannya, sedangkan ibu yang berusaha ingin tetap bekerja akhirnya mengalah dengan ayah. Besok paginya, aku dan adik senang sekali ibu berada dirumah menjaga kami. Ayah berangkat lebih pagi dan lebih malam tidak seperti biasanya. Akhirnya, waktu kami kepada ayah lebih sedikit dibandingkan dulu. Wajahnya yang sangat kusam seharian mencari penumpang sampai larut malam hanya dapat aku lihat ketika aku terbangun mendengar suara angkutan mobil ayah, sehabis itu aku pun kembali ketikar untuk tidur kembali. Dan hal itu terus saja berulang.</p>
<p>Setiap malam semenjak ibu berada dirumah, aku mendengar suara yang cukup menakutkan. Suaranya terdengar seperti tangisan seorang perempuan. Ah, kukira itu hanya suara dari televisi yang belum dimatikan atau suara yang ada dalam mimpiku. Besok malamnya seperti biasa, ayah pulang larut malam, hampir jam 11 malam. Ibu menyuruh untuk aku jangan tidur dulu, ia menyuruhku untuk menunggu ayah. Setelah kudengar suara mobil angkutan ayah aku langsung beranjak dari tikar tempat tidurku. Aku duduk disamping ibu dan ibu berkata, “<em>nak, coba kamu kekantor bos ayah, pura-puralah kamu sedang bermain didepan kantornya</em>”. Tanpa berpikir panjang aku langsung menuruti kata ibu. Aku langsung bergegas melaksanakan apa yang disuruh oleh ibu. Aku dengar bos ayahku membentak-bentak ayah dan membanting-banting telapak tangannya ke arah meja. Aku pun langsung berlari mengatakan hal apa yang kudengar dari luar tadi. Aku melaporkannya kepada ibu. Ibu tidak mengatakan hal apapun. Ibu hanya terdiam, mata ibu pun mulai berkaca-kaca.</p>
<p>Seminggu sebelum lebaran, ibu dan ayah pergi dan menitipkan kami ke tetangga. Hampir waktu buka puasa ibu dan ayah belum juga kembali. Jadi, kami memutuskan untuk menerima tawaran teman kami untuk berbuka puasa dirumahnya. Tak lama kemudian, terdengar suara mobil angkutan ayah dan benar dugaanku. Hari demi hari mulai berlalu. Mulai mendekati hari yang telah dinanti-nanti. Teman-temanku sudah mulai menunjukkan baju baru, sepatu baru, aneka kue kering, ketupat dan hal lainnya. Aku dan adik hanya bisa melihat kesenangan mereka. Ibu dan ayah tak kunjung memberiku barang-barang baru yang bisa kupamerkan kepada teman-temanku di hari lebaran nanti.</p>
<p>Kulihat ibu dan ayah sangat sibuk dengan mengarduskan barang-barang, yang kukira saat itu mereka hanya membersihkan barang-barang agak terlihat rapih saat hari lebaran nanti. Ibu juga tidak membuat kue kering, tidak membeli bahan-bahan yang dimasak untuk hari lebaran nanti.</p>
<p>Pada sore itu, ibu dan ayah menyuruhku dan adik untuk mandi. Selekas mandi kami berkeliling kerumah tetangga. Selama kami mengunjungi satu persatu rumah tetangga, ayah dan ibu meneteskan air matanya sambil memeluk dan berjabat tangan. Aku bingung. Apa yang sebenarnya terjadi? Ini belum saatnya, ini belum lebaran.</p>
<p>Terdengar suara mobil pickup didekat rumahku. Tiba-tiba tetangga yang lain berkumpul didepan rumahku, dan terlihat dua orang laki-laki keluar dari mobil itu. Dua orang laki-laki itu mulai berkolaborasi dengan tetanggaku. Ayah dan ibu mendekat pada kerumunan yang terjadi dirumah. Ibu menunjuk barang-barang yang semalam mereka karduskan. Ayah, tetangga dan juga dua orang laki-laki itu mulai mengangkat dan memindahkannya satu persatu ke dalam mobil pick up. Aku lagi-lagi bingung. Apa yang terjadi lagi? Apakah aku pindah rumah? Ibu mulai mendekat dan berkata kepadaku, “<em>nak, maafkan ibu.. ibu tidak tau bagaimana cara ibu bilangnya kepadamu. Maafkan ibu kalau ibu sering menitipkan kamu ke tetangga, ke mamak, ke bi Isma. Maafkan ibu, yang selalu tidak bersamamu dan adikmu. Maafkan, jika sekarang hal itu terjadi lagi. Ibu dan ayah akan menitipkan kamu ke bibi di Bekasi. Sedangkan, ayah ibu dan adik akan pindah rumah ke rumah nenekmu yang ada di Medan.</em>”, ujar ibu sambil meneteskan air mata yang membanjiri dan menghapuskan riasannya yang tadi siang sudah ia mantapkan. Aku terkejut, aku pun menangis, menangis layaknya anak umur 5 tahun.</p>
<p>Tak lama kemudian, mamak dan bang Janet tiba. Mamak juga terlihat menangis dan mulai menggendongku yang ketika itu aku menangis sejadi-jadinya. Ibu seolah menitipkan aku kepada mamak untuk mengantarkan aku kerumah bibi yang ada di Bekasi. Kenapa hanya aku sendirian yang ditinggal?</p>
<p>Setelah barang-barang siap dikemas didalam mobil pick up. Ibu, ayah dan adik mulai menjabat satu persatu lagi pada orang-orang yang ada disana. Tangisanku pun mulai memecah kembali. Giliran tiba saat aku menerima pelukan perpisahan dari mereka, ibu berlari ke arah mobil dengan cepat. Ibu memberikan sekotak makanan yang didalamnya ada ketupat. Iya, dia memberikannya kepadaku. Kuingat, ada 3 biji ketupat. Ibu saat itu mencium pipiku dengan pipi yang sama-sama basah akibat air mata kami. “<em>ibu memberikan ketupat 3 ini sesuai dengan tanggal lahirmu nak.. maafkan ibu dan ayah membuat suasana lebaranmu menjadi sepi dan terpisah dari kami. Maafkan ibu hanya memberikan ketupat, bukan baju baru, sepatu baru atau mukenah baru.. maafkan ibu..</em>”. Sambil memeluk erat tubuh kecil ini.  Semakin lama, pelukan itu semakin mengendur. Ibu, ayah dan adikku mulai memasuki mobil taksi untuk ke bandara. Lambai tangan itu semakin membuatku tersakiti. Aku tidak ingin mengingat lambaian tangan yang membuatku tersiksa sampai rasanya ingin mati karena rindu.</p>
<p>Cahaya matahari mulai menyentuh wajahku di pagi itu. Hangatnya seperti pelukan ibu. Aku bangun dengan suasana yang berbeda. Kamar dan kasur yang kurasakan sangat berbeda. Aku mulai beranjak dari kasur besar itu, mulai membuka pintu dan berjalan kearah yang menjadi titik fokusku. Aku terpusat keruang tamu. Banyak foto-foto keluarga yang terpasang diruangan itu. Ada bingkai kecil yang sangat menarikku untuk melihatnya. Itu foto dimana keluargaku dan keluarga bibiku tahun baru di monas, Jakarta. Di dalam <em>frame </em>itu semua sosok yang kurindukan walaupun baru sehari aku berpisah dengan mereka. Aku mulai menitikkan kembali air mataku. Bibi yang waktu itu sudah libur dari kantornya berusaha mengajakku pergi jalan-jalan disekitar kompleks rumah. Suasana sekitarku semakin membuatku memburuk melihat mereka yang seumuran denganku sedang bermain dengan keluarganya.</p>
<p>Setelah puas melihat-lihat diluar, bibi mengajakku kembali pulang. Bibi menyuruhku untuk diam dikursi ruang tamunya. Bibi bergegas kedalam kamar. Setelah itu, bibi keluar dan membawa bingkisan yang cukup besar dilapisi kertas kado berwarna merah jambu dengan kertas putih yang ditempel berwarna putih dilengketkan dipojok kanan atas bertuliskan, ”<em>untuk Gita</em>”. Aku merasa sangat senang melihat bingkisan itu. Usaha bibi kali ini kuanggap berhasil untuk menghilangkan sedikit kesedihanku. Saat kubuka bingkisan tersebut, ternyata didalamnya ada sebuah sepatu cantik berwarna putih, baju baru, tas baru, kotak makanan berwarna merah jambu dan mukenah baru. Kebahagiaanku pun mulai memuncak. Aku coba satu persatu dan semua itu pas dengan ukuran tubuh kecilku. Saat aku membuka kotak makananku didalamnya terdapat surat. Mau kuapakan surat ini? Aku saat itu belum bisa membaca. Aku pun meminta tolong kepada bibi untuk membacakannya. Bibi pun mulai membacanya,</p>
<p>“<em>anakku Gita&#8230;</em></p>
<p><em>Terimakasih sampai umurmu saat ini, kamu telah memberi pengertian kepada ibu dan ayahmu. Kamu mampu menuruti apa yang diperintahkan oleh ayah dan ibumu. Kamu tidak memberontak saat ibu dan ayah menitipkan dan mengoper kamu kesana kemari. Kamu tidak menuntut waktu untuk menyisakan waktu kami bersama kalian. Kamu tidak rewel saat ibu memasak makanan yang itu-itu saja. Terimakasih anakku.. kamu mau berkorban sedikit untuk meneruskan perjalananmu nanti. maafkan ibu saat itu ibu pulang terlalu larut malam. Sebelum hari itu, ibu mendengar cerita dari bi Isma, kamu melakukan puasa sehari penuh, karena ayah saat itu berjanji untuk memberikan kamu sepatu baru yang kamu inginkan. Dan saat itu, ibu mulai bekerja dan berusaha keras agar ibu bisa mengabulkan permohonanmu itu. Semoga bingkisan yang tak seberapa ini bisa menghilangkan kesedihanmu saat ini nak. Ibu akan berjanji nanti kita akan membuat ketupat bersama, membelah ketupat bersama dan memakan ketupat bersama. Setelah kamu masuk sekolah nanti, seringlah telpon ibu, jangan tinggalkan shalatmu nak. Selamat idul fitri anakku</em></p>
<p><em>Dari ibu, ayah dan adik.”</em></p>
<p>Ibu, Ayah ini adalah masa yang tidak aku lupakan selama hidup. Dan doa yang selalu kuucapkan dan tak kulupakan kepada Allah, “<em>Wahai Rabbku, ampunilah aku dan kedua orangtuaku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktuku kecil. Aminn ya rabbal alamin</em>.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>=Tamat=</p>
<p>Oleh: Gita Merdayanti, S.Pd.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/ketupat-di-waktu-itu-cerpen/">Ketupat Di Waktu Itu&#8230; &#8211; Cerpen</a> appeared first on <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id">Website SMAN 8 Tamsel</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/ketupat-di-waktu-itu-cerpen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PERAN DAN TANTANGAN KEPALA SEKOLAH &#8220;MEMBENTUK GURU-GURU JUARA&#8221;</title>
		<link>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/peran-dan-tantangan-kepala-sekolah-membentuk-guru-guru-juara/</link>
					<comments>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/peran-dan-tantangan-kepala-sekolah-membentuk-guru-guru-juara/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Usman S.Pd., M.Pd]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2021 10:47:45 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://sman8tambunselatan.sch.id/?post_type=blog&#038;p=780</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menurut Ki Hadjar Dewantara &#8220;Apapun yang dilakukan oleh seseorang itu, hendaknya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsanya, dan bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya.&#8221; – sedangkan Pendidikan menurut Nelson Mandela &#8220;Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia.&#8221;- Berbicara mengenai pendidikan tidak lepas dari peran penting sosok kepala sekolah dalam  kepemimpinan organisasi sekolah. Kepala sekolah merupakan seseorang yang berada di garda terdepan dalam upaya mencerdaskan bangsa. Kepala sekolah merupakan ujung tombak dalam keberhasilan maju atau tidaknya suatu satuan pendidikan yang ia pimpin.Kepala sekolah memikul tanggung jawab terhadap kenyamanan dan ketertiban lingkungan sekolah serta warga sekolahnya. Rasa aman dan nyaman ini harus dirasakan oleh guru, siswa, dan orangtua. Termasuk dalam hal keamanan dan kenyamanan di masa sekarang ini. Kepala sekolah sekarang ini harus berdampingan erat dengan guru guru juara sesuai dengan semboyan Pendidikan Ing Ngarso Sung Tulodo Ing Madya Mangun Karso Tut Wuri Handayani memiliki arti memberikan tauladan di depan, di tengah membangun semangat dan memberikan dorongan dari belakang. Beberapa langkah yang harus dambil sebagai kepala sekolah dalam membangun dan membentuk guru-guru juara, yaitu: 1. Perbanyak Membaca Buku Membaca buku secara rutin sangat dianjurkan bagi kepala sekolah, dan guru-guru juara saat ini. Dengan membaca buku setiap hari, wawasan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/peran-dan-tantangan-kepala-sekolah-membentuk-guru-guru-juara/">PERAN DAN TANTANGAN KEPALA SEKOLAH &#8220;MEMBENTUK GURU-GURU JUARA&#8221;</a> appeared first on <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id">Website SMAN 8 Tamsel</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut Ki Hadjar Dewantara &#8220;<em>Apapun yang dilakukan oleh seseorang itu, hendaknya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsanya, dan bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya.</em>&#8221; – sedangkan Pendidikan menurut Nelson Mandela &#8220;<em>Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia</em>.&#8221;-</p>
<p>Berbicara mengenai pendidikan tidak lepas dari peran penting sosok kepala sekolah dalam  kepemimpinan organisasi sekolah. Kepala sekolah merupakan seseorang yang berada di garda terdepan dalam upaya mencerdaskan bangsa. Kepala sekolah merupakan ujung tombak dalam keberhasilan maju atau tidaknya suatu satuan pendidikan yang ia pimpin.Kepala sekolah memikul tanggung jawab terhadap kenyamanan dan ketertiban lingkungan sekolah serta warga sekolahnya. Rasa aman dan nyaman ini harus dirasakan oleh guru, siswa, dan orangtua. Termasuk dalam hal keamanan dan kenyamanan di masa sekarang ini.</p>
<p>Kepala sekolah sekarang ini harus berdampingan erat dengan guru guru juara sesuai dengan semboyan Pendidikan <em>Ing Ngarso Sung Tulodo Ing Madya Mangun Karso Tut Wuri Handayani</em> memiliki arti memberikan tauladan di depan, di tengah membangun semangat dan memberikan dorongan dari belakang.</p>
<p>Beberapa langkah yang harus dambil sebagai kepala sekolah dalam membangun dan membentuk guru-guru juara, yaitu:</p>
<h2>1. Perbanyak Membaca Buku</h2>
<p>Membaca buku secara rutin sangat dianjurkan bagi kepala sekolah, dan guru-guru juara saat ini. Dengan membaca buku setiap hari, wawasan yang diperoleh menjadi lebih luas dan hal tersebut akan merangsang kemampuan untuk berpikir secara kreatif.</p>
<h2>2. Menggunakan Internet dan Media Sosial Secara Bijak</h2>
<p>Tidak dapat dimungkiri bahwa perkembangan teknologi dan internet bisa membawa dampak positif maupun dampak negatif bagi kita. Apabila tidak hati-hati dalam penggunaannya, kita dapat terjerumus ke hal-hal yang negatif, seperti mengunjungi situs-situs tak bermanfaat, sebaliknya guru-guru juara harus mengambil dampak positifnya saja. Kita bisa menggunakan internet untuk mencari ide-ide kreatif di Google, mencoba menulis artikel, melihat tutorial kreatif di Youtube, membuat foto-foto menarik untuk ditampilkan di Instagram atau Facebook, membagikan info-info yang bermanfaat di Twitter dan masih banyak lagi. Pada dasarnya, dampak positif dari kemajuan teknologi akan kita rasakan ketika kita juga menggunakannya secara positif.</p>
<h2><strong>3. Bersikap Terbuka Terhadap Berbagai Pengalaman Baru</strong></h2>
<p>Di dunia yang semakin dinamis dan modern seperti saat ini, kita sebagai kepala sekolah dan guru perlu membiasakan diri untuk terbuka dengan berbagai pengalaman baru. Kita bisa mengikuti berbagai macam aktivitas yang bermanfaat bagi kita, seperti bergabung dengan organisasi sosial, menjadi relawan bagi orang-orang miskin, atau mengikuti ajang-ajang perlombaan. Aktivitas-aktivitas tersebut akan melatih diri kita untuk dapat berpikir lebih kreatif dan bergerak lebih aktif. Selain itu kita dapat membiasakan diri untuk lebih tanggap dan kritis dengan masalah-masalah yang terjadi di sekeliling kita.</p>
<h2><strong>4. Membangun Ide dan Visi ke Depan</strong></h2>
<p>Hal berikutnya yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah dan guru-guru juara adalah mencoba mengembangkan ide-ide kreatif yang ada di benaknya. Kita bisa memulai dengan ide-ide yang sederhana terlebih dahulu. Siapa tahu dari ide yang sederhana tersebut, kita justru dapat membentuk sebuah startup baru yang dapat memecahkan masalah-masalah yang ada sekitar kita. Selain mencoba mengembangkan ide-ide yang ada di pikiran kita, yang sejalan dengan visi dan misi sekolah.</p>
<h2><strong>5. Rajin Berolahraga</strong></h2>
<p>Kata guru olahraga lari pagi adalah sarapan sehari-hari sambil melihat indahnya matahari bersinar. Kelihatannya memang sepele, tetapi sangat positif untuk membantu kita menjadi  kepala sekolah yang lebih aktif, kreatif, dan inovatif. Dengan rajin berolahraga, kita memiliki banyak energi yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya kreativitas. Selain itu, kita menjadi lebih semangat dan terhindar dari rasa <em>mager </em>(malas gerak).</p>
<p>Di Tengah pandemi sekarang ini <em>“Covid- 19”</em> sangat menjadi tantangan untuk kepala sekolah dan guru-guru juara tetap melaksanakan pembelajaran demi tercapainya tujuan pendidikan. Ayo bersinergi membentuk kepala sekolah juara, guru-guru juara dan siswa-siswi juara. Mendayagunakan seluruh komponen pendidikan dalam rangka menjamin terlaksananya pembelajaran dengan suasana yang berbeda. Mengaktifkan dan meningkatkan jaringan internet di sekolah. Memberikan semangat dan apresiasi kepada guru, siswa dan orangtua. Segenap pemberian motivasi kepada para guru juga saya sampaikan agar apapun kendala dan permasalahan yang dihadapi oleh guru dapat dibicarakan dengan baik tentang pemanfaatan media daring ataupun solusi yang ingin didapatkan.</p>
<p>Guru mengajar online artinya membutuhkan ekstra energi untuk menyiapkan materi, dan lain-lain. Selalu memberikan kata-kata motivasi dan juga himbauan agar dalam masa-masa yang penuh kebosanan ini siswa tetap bersemangat melakukan aktivitas/tugasnya di rumah. Orangtua pun demikian, banyak yang merasa stres dan kewalahan karena menjadi guru dadakan di rumah bagi anak anaknya.</p>
<p>Melakukan pelatihan daring secara singkat mengenal platform pembelajaran jarak jauh (PJJ), mengaktifkan IN yang ada di sekolah, mengaktifkan dan mengembangkan MGMP sekolah dan MGMP Kota. Mentransformasikan soal, laporan tugas, dan pembelajaran ke dalam bentuk daring atau digital (<em>on line</em>). Melakukan komunikasi multi arah dalam upaya sterilisasi satuan pendidikan dengan membentuk kepala sekolah juara, guru-guru juara, serta peserta didik juara maka akan mendorong terbentuknya Jabar Juara lahir batin.</p>
<p><strong>Penulis: Usman, S.Pd., M.Pd. (Kepala SMAN 8 Tambun Selatan)</strong></p>
<p>The post <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/peran-dan-tantangan-kepala-sekolah-membentuk-guru-guru-juara/">PERAN DAN TANTANGAN KEPALA SEKOLAH &#8220;MEMBENTUK GURU-GURU JUARA&#8221;</a> appeared first on <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id">Website SMAN 8 Tamsel</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/peran-dan-tantangan-kepala-sekolah-membentuk-guru-guru-juara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>WEBINAR GURU SMAN 8 TAMSEL (CARA ASYIK BERBAGI ILMU)</title>
		<link>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/webinar-guru-sman-8-tamsel-cara-asyik-berbagi-ilmu/</link>
					<comments>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/webinar-guru-sman-8-tamsel-cara-asyik-berbagi-ilmu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Bima S.K. Ariyo S., S.Pd]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2021 08:45:00 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://sman8tambunselatan.sch.id/?post_type=blog&#038;p=771</guid>

					<description><![CDATA[<p>Profesionalisme guru merupakan sebuah aspek yang harus senantiasa ditempa sepanjang zaman. Hal ini dikarenakan seiring berjalannya waktu, pendidikan senantiasa mengalami dinamika. Dinamika ini dapat disebabkan akibat kemajuan teknologi, pergeseran karakter, kebijakan pemerintahan, hingga perkembangan budaya yang mana kerapkali saling menginduksi satu sama lain. Kompetensi guru harus pula mengikuti perkembangan zaman, apalagi jika terjadi pergeseran gaya hidup akibat kondisi seperti saat ini dimana mewabah virus Covid-19. SMAN 8 Tambun Selatan dibawah tampuk kepemimpinan Kepala Sekolah pertamanya yaitu Bapak Usman, S.Pd., M.Pd. merupakan sekolah yang baru tiga tahun menancapkan eksistensinya di dunia pendidikan. Meskipun sekolah ini baru seumur jagung, namun potensi guru-guru muda yang ada di dalamnya merupakan sebuah potensi yang luar biasa untuk bisa menjadi sekolah yang terdepan dalam prestasi dan proses pembelajaran. Untuk meningkatkan kualitas guru di SMAN 8 Tambun Selatan, bapak kepala sekolah yang baru diamanahkan menjadi Kepala Sekolah di tahun 2020 ini mencanangkan berbagai program yang inovatif. Salah satu diantaranya adalah WEBINAR GURU yang mengusung tema menciptakan guru profesional yang terampil, berkarakter, cakap teknologi, dan inovatif. Melalui kegiatan ini diharapkan guru bisa saling berbagi informasi, hasil literasi, pemikiran ilmiah, hingga kajian ilmu terkini yang merupakan modal untuk meningkatkan profesionalisme mereka dalam menyongsong berbagai program pendidikan yang digariskan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Kegiatan yang berjalan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/webinar-guru-sman-8-tamsel-cara-asyik-berbagi-ilmu/">WEBINAR GURU SMAN 8 TAMSEL (CARA ASYIK BERBAGI ILMU)</a> appeared first on <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id">Website SMAN 8 Tamsel</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Profesionalisme guru merupakan sebuah aspek yang harus senantiasa ditempa sepanjang zaman. Hal ini dikarenakan seiring berjalannya waktu, pendidikan senantiasa mengalami dinamika. Dinamika ini dapat disebabkan akibat kemajuan teknologi, pergeseran karakter, kebijakan pemerintahan, hingga perkembangan budaya yang mana kerapkali saling menginduksi satu sama lain. Kompetensi guru harus pula mengikuti perkembangan zaman, apalagi jika terjadi pergeseran gaya hidup akibat kondisi seperti saat ini dimana mewabah virus Covid-19.</p>
<p><b>SMAN 8 Tambun Selatan</b> dibawah tampuk kepemimpinan Kepala Sekolah pertamanya yaitu Bapak <i><b>Usman, S.Pd., M.Pd. </b></i>merupakan sekolah yang baru tiga tahun menancapkan eksistensinya di dunia pendidikan. Meskipun sekolah ini baru seumur jagung, namun potensi guru-guru muda yang ada di dalamnya merupakan sebuah potensi yang luar biasa untuk bisa menjadi sekolah yang terdepan dalam prestasi dan proses pembelajaran. Untuk meningkatkan kualitas guru di SMAN 8 Tambun Selatan, bapak kepala sekolah yang baru diamanahkan menjadi Kepala Sekolah di tahun 2020 ini mencanangkan berbagai program yang inovatif. Salah satu diantaranya adalah <b>WEBINAR GURU</b> yang mengusung tema <i>menciptakan guru profesional yang terampil, berkarakter, cakap teknologi, dan inovatif.</i></p>
<p>Melalui kegiatan ini diharapkan guru bisa saling berbagi informasi, hasil literasi, pemikiran ilmiah, hingga kajian ilmu terkini yang merupakan modal untuk meningkatkan profesionalisme mereka dalam menyongsong berbagai program pendidikan yang digariskan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Kegiatan yang berjalan setiap Jumat malam ini selalu menampilkan berbagai topik pembelajaran dan diskusi yang hangat seiring dengan perkembangan zaman di dunia pendidikan. Program yang diketuai staf humas SMAN 8 Tambun Selatan, Ibu<b><i> Annisa Dwi Hastuti, S.Pd. </i></b>ini diharapkan dapat menjadi ajang bagi setiap guru maupun tenaga kependidikan mendapatkan kesempatan belajar mengembangkan diri, berinovasi, berkreasi, menambah kemampuan literasi dan penulisan karya ilmiah, serta memberikan pengalaman mengelola forum daring baik sebagai pemateri, pembawa acara,  maupun moderator kegiatan.</p>
<p>Hingga saat ini kegiatan webinar guru SMAN 8 Tambun Selatan sudah memasuki episode yang ke-9 dimana pada pelaksanaannya senantiasa dihadiri oleh segenap guru maupun tenaga kependidikan. Pengawas pembina SMAN 8 Tambun Selatan, Bapak <b>Opan Sopian, M.Pd.  </b>juga kerapkali membersamai kegiatan ini beserta Bapak Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wil. 3 Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat periode sebelumnya yaitu Bapak Alm. <b>Dr. Drs. H. Casmadi, S.Pd., M.M.Pd., M.H. </b>sebagai keynote speaker.</p>
<p>Berikut ringkasan episode webinar guru yang telah dilaksanakan yaitu:<br />
1. Episode Perdana: <b>Menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan Mewujudkan Proyeksi Generasi Emas 2045</b> dengan pembawa materi wakasek kesiswaan SMAN 8 Tambun Selatan, Bapak <b><i>Bima S. K. Ariyo Sasongko, S.Pd.</i></b> dimulai pada hari Jumat, 6 November 2020</p>
<p><a href="https://1.bp.blogspot.com/-Clvd5b2y3uw/YAkjOT4XO8I/AAAAAAAAA-8/A43eV3kW3zgFOSgmKwEcYqZUXqyOoZObQCLcBGAsYHQ/s1632/1%2BBIMA%2BS.K.ARIYO%2BS%252C%2BS.PD.png"><img loading="lazy" decoding="async" class="lazyloaded" src="https://1.bp.blogspot.com/-Clvd5b2y3uw/YAkjOT4XO8I/AAAAAAAAA-8/A43eV3kW3zgFOSgmKwEcYqZUXqyOoZObQCLcBGAsYHQ/w324-h456/1%2BBIMA%2BS.K.ARIYO%2BS%252C%2BS.PD.png" width="324" height="456" border="0" data-original-height="1632" data-original-width="1156" data-ll-status="loaded" /></a></p>
<p>2. Episode Kedua: <b>Pengenalan Pendidikan Multikultur Sebagai Sebuah Pergeseran Dalam Kurikulum</b> dengan pembawa materi wakasek kurikulum SMAN 8 Tambun Selatan Bapak <b><i>Yudi Haryanto, S.Pd.</i></b> pada hari Jumat, 13 November 2020.</p>
<p><a href="https://1.bp.blogspot.com/-5w81rSKlARs/YAkj_8jcpgI/AAAAAAAAA_E/IFdwn49GTIIoQs9ljuLhMBM4aoxf9hueACLcBGAsYHQ/s1632/2%2BYUDI%2BHARYANTO%252C%2BS.PD.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="lazyloaded" src="https://1.bp.blogspot.com/-5w81rSKlARs/YAkj_8jcpgI/AAAAAAAAA_E/IFdwn49GTIIoQs9ljuLhMBM4aoxf9hueACLcBGAsYHQ/w324-h444/2%2BYUDI%2BHARYANTO%252C%2BS.PD.jpg" width="324" height="444" border="0" data-original-height="1632" data-original-width="1194" data-ll-status="loaded" /></a></p>
<div>
<p>3. Episode Ketiga: <b>Konsep Penguatan Karakter Dalam Pendidikan</b> dengan pembawa materi guru bidang studi PPKn Bapak <b><i>Dwi Supangkat, S.Pd.</i></b> pada hari Jumat, 20 November 2020. Kegiatan ini melibatkan keynote speaker Bapak Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wil. 3 Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Bapak Kepala SMAN 8 Tambun Selatan.<a href="https://1.bp.blogspot.com/-KN6DU9ru6wc/YAkklYvWQiI/AAAAAAAAA_Q/IqlYVK7l-A8hkwZRd4HP_lb5CQZvtOF6gCLcBGAsYHQ/s1629/3%2BDWI%2BSUPANGKAT%252C%2BS.PD.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="lazyloaded" src="https://1.bp.blogspot.com/-KN6DU9ru6wc/YAkklYvWQiI/AAAAAAAAA_Q/IqlYVK7l-A8hkwZRd4HP_lb5CQZvtOF6gCLcBGAsYHQ/w327-h475/3%2BDWI%2BSUPANGKAT%252C%2BS.PD.jpg" width="327" height="475" border="0" data-original-height="1629" data-original-width="1125" data-ll-status="loaded" /></a></p>
</div>
<p>4. Episode Keempat: <b>Menciptakan Suasana Sekolah Terampil Literasi</b> dengan pembawa materi wakasek humas dan sarana SMAN 8 Tambun Selatan Bapak <b><i>Arta Bachtiar, S.Pd., M.M.Pd.</i></b> pada hari Jumat, 27 November 2020.</p>
<p><a href="https://1.bp.blogspot.com/-xq0MBnyDu3g/YAknZFzWawI/AAAAAAAAA_8/HC2ghzdWU9s808mA18ONXyt4CwL8BQlVACLcBGAsYHQ/s1629/4%2BARTA%2BBACHTIAR%252C%2BS.PD.%252C%2BM.MPD.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="lazyloaded" src="https://1.bp.blogspot.com/-xq0MBnyDu3g/YAknZFzWawI/AAAAAAAAA_8/HC2ghzdWU9s808mA18ONXyt4CwL8BQlVACLcBGAsYHQ/w327-h467/4%2BARTA%2BBACHTIAR%252C%2BS.PD.%252C%2BM.MPD.jpg" width="327" height="467" border="0" data-original-height="1629" data-original-width="1139" data-ll-status="loaded" /></a></p>
<p>5. Episode Kelima: <b>Pengembangan Media Pembelajaran Daring Untuk Guru </b>dengan pembawa materi Guru Bahasa Inggris sekaligus Pembina English Club SMAN 8 Tambun Selatan, Ibu <b><i>Annisa Leonie Hapsari, S.Pd.</i></b> pada hari Jumat, 4 Desember 2020.</p>
<p><a href="https://1.bp.blogspot.com/-eXw6HRJRAhM/YAkqC1KvuZI/AAAAAAAABAY/bVdTBxDSP4MrYv9LkXdcEelVvwYSdbLcgCLcBGAsYHQ/s1629/5%2BAnnisa%2BLeonie%2BHapsari%252C%2BS.Pd.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="lazyloaded" src="https://1.bp.blogspot.com/-eXw6HRJRAhM/YAkqC1KvuZI/AAAAAAAABAY/bVdTBxDSP4MrYv9LkXdcEelVvwYSdbLcgCLcBGAsYHQ/w323-h462/5%2BAnnisa%2BLeonie%2BHapsari%252C%2BS.Pd.jpg" width="323" height="462" border="0" data-original-height="1629" data-original-width="1139" data-ll-status="loaded" /></a></p>
<p>6. Episode Keenam: <b>Melatih Kecerdasan Emosional Siswa Melalui Kegiatan Pembelajaran </b>dengan pembawa materi Guru PJOK sekaligus Pembina Ekskul Futsal SMAN 8 Tambun Selatan, Bapak <b>Martin Rahadian Bagus<i>, S.Pd.</i> </b>pada hari Jumat, 11 Desember 2020.</p>
<p><a href="https://1.bp.blogspot.com/-FJ2SfqXdjXU/YAkqmMCUSNI/AAAAAAAABAg/X-52KsLpZHgyHJRsHZc7arz4hfdpHL5UwCLcBGAsYHQ/s1617/6%2BMARTIN%2BRAHADIAN%2BBAGUS%252C%2BS.PD.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="lazyloaded" src="https://1.bp.blogspot.com/-FJ2SfqXdjXU/YAkqmMCUSNI/AAAAAAAABAg/X-52KsLpZHgyHJRsHZc7arz4hfdpHL5UwCLcBGAsYHQ/w320-h464/6%2BMARTIN%2BRAHADIAN%2BBAGUS%252C%2BS.PD.jpg" width="320" height="464" border="0" data-original-height="1617" data-original-width="1117" data-ll-status="loaded" /></a></p>
<p>7. Episode Ketujuh: <b>Menanamkan Jiwa Kedisiplinan Siswa Melalui Kegiatan Pembelajaran </b>dengan pembawa materi Guru Kimia sekaligus Pembina Ekskul PMR SMAN 8 Tambun Selatan, Ibu <b><i>Siti Rachmayanti Sekartaji, S.Pd.</i> </b>pada hari Jumat, 18 Desember 2020.</p>
<p><a href="https://1.bp.blogspot.com/-DwGbc4uYwe4/YAks3YRrDuI/AAAAAAAABA8/DTUMAMenu0MjNgEIiWkJ44EHCl7Tq37bQCLcBGAsYHQ/s1626/7%2BSITI%2BRACHMAYANTI%2BSEKARTAJI%252C%2BS.PD.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="lazyloaded" src="https://1.bp.blogspot.com/-DwGbc4uYwe4/YAks3YRrDuI/AAAAAAAABA8/DTUMAMenu0MjNgEIiWkJ44EHCl7Tq37bQCLcBGAsYHQ/w323-h470/7%2BSITI%2BRACHMAYANTI%2BSEKARTAJI%252C%2BS.PD.jpg" width="323" height="470" border="0" data-original-height="1626" data-original-width="1118" data-ll-status="loaded" /></a></p>
<p>8. Episode Kedelapan: <b>Menjadi Guru Profesional Dalam Pendidikan Abad 21 </b>dengan pembawa materi Guru Matematika sekaligus Pembina OSIS SMAN 8 Tambun Selatan, Ibu <b><i>Cory ‘Atul Khaira, S.Pd.</i> </b>pada hari Jumat, 8 Januari 2021.</p>
<p><a href="https://1.bp.blogspot.com/-Dr_xFf5nbyM/YAktZoJlcBI/AAAAAAAABBE/YuHMkBOxF_QOowzM9KuG-2EBq58zILWYACLcBGAsYHQ/s1635/8%2BCORY%2527ATUL%2BKHAIRA%252C%2BS.PD%2B%25282%2529.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="lazyloaded" src="https://1.bp.blogspot.com/-Dr_xFf5nbyM/YAktZoJlcBI/AAAAAAAABBE/YuHMkBOxF_QOowzM9KuG-2EBq58zILWYACLcBGAsYHQ/w343-h476/8%2BCORY%2527ATUL%2BKHAIRA%252C%2BS.PD%2B%25282%2529.jpg" width="343" height="476" border="0" data-original-height="1635" data-original-width="1174" data-ll-status="loaded" /></a></p>
<p>8. Episode Kesembilan: <b>Strategi Pembuatan Video Pembelajaran Untuk Metode Daring </b>dengan pembawa materi Guru Sejarah sekaligus seorang Youtuber, Bapak <i><b>Muchammad Jakaria</b></i><b><i>, S.Pd.</i> </b>pada hari Jumat, 15 Januari 2021.</p>
<p><a href="https://1.bp.blogspot.com/-0-YJPnJp6ag/YAkuEBcHtrI/AAAAAAAABBQ/j_WvtJVS_4EuJVemHdR_1L9uip1s58RWACLcBGAsYHQ/s1621/9%2BMUCHAMMAD%2BJAKARIA%252C%2BS.PD.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="lazyloaded" src="https://1.bp.blogspot.com/-0-YJPnJp6ag/YAkuEBcHtrI/AAAAAAAABBQ/j_WvtJVS_4EuJVemHdR_1L9uip1s58RWACLcBGAsYHQ/w348-h503/9%2BMUCHAMMAD%2BJAKARIA%252C%2BS.PD.jpg" width="348" height="503" border="0" data-original-height="1621" data-original-width="1120" data-ll-status="loaded" /></a></p>
<p>Episode Webinar Guru SMAN 8 Tambun Selatan terus berlanjut hingga semua Guru dan Tenaga Kependidikan SMAN 8 Tambun Selatan mampu tampil sebagai pemateri. Pertemuan ini juga sebagai ajang silaturahmi guru dan tenaga Kependidikan SMAN 8 Tambun Selatan ditengah pandemi yang membatasi untuk berinteraksi intens di sekolah. Demikian sembilan episode awal dari webinar guru yang selalu dinanti dengan antusias segenap Guru dan Tenaga Kependidikan SMAN 8 Tambun Selatan.</p>
<p>Bermula dari kegiatan webinar guru ini, Guru dan Tenaga Kependidikan <b>SMAN 8 Tambun Selatan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 3 Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat</b> siap memajukan pendidikan bangsa, mewujudkan program <b>MERDEKA BELAJAR</b> untuk mencapai <b>JABAR JUARA lahir dan batin.</b></p>
<p><i>author: Bima S.K. Ariyo S., S.Pd.<br />
Sumber: https://belajaritumemangasyik.blogspot.com/</i></p>
<p>The post <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/webinar-guru-sman-8-tamsel-cara-asyik-berbagi-ilmu/">WEBINAR GURU SMAN 8 TAMSEL (CARA ASYIK BERBAGI ILMU)</a> appeared first on <a href="https://sman8tambunselatan.sch.id">Website SMAN 8 Tamsel</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sman8tambunselatan.sch.id/blog/webinar-guru-sman-8-tamsel-cara-asyik-berbagi-ilmu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
